Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 17 Juni 2017 | 17:47 WIB
  • Dinkes Jabar Antisipasi Evakuasi Khusus di Jalur Mudik

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Adi Suparman (Bandung)
Dinkes Jabar Antisipasi Evakuasi Khusus di Jalur Mudik
Photo :
  • Pemdajabar.go.id
Posko mudik

VIVA.co.id – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menargetkan pertolongan pertama berjalan efektif jika terjadi kecelakaan di arus mudik dan balik lebaran Idul Fitri 2017. Pihaknya, memprioritaskan pelayanan kesehatan paling banyak bersiaga di jalur Pantura dan ruas tol Cikampek Palimanan (Cipali).

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Dodo Suherman menjelaskan, berkaca dari tahun sebelumnya, kepadatan di jalur tersebut berskala besar. Pihaknya berharap mendapatkan jalur VIP jika dalam kemacetan petugas kesehatan tengah mengevakuasi korban kecelakaan atu terkena penyakit.

"Yang perlu diantisipasi nanti itu adalah alur untuk memutar ketika membawa pasien keluar tol. Kalau dari segi fungsinya ya efektif, cuma harus ada Dishub memberikan dispensasi di jalur," ungkap Dodo di Bandung Jawa Barat, Sabtu 17 Juni 2017.

Dinkes Jawa Barat mempersiapkan ambulan dan puskesmas keliling sebanyak 678 dengan 2,539 tenaga pembantu dan survilance. Menurut Dodo, jalur mudik kawasan Utara saat ini menjadi prioritas pelayanan kesehatan pada arus mudik 2017. 

"Di jalur itu pemantauannya lebih ketat, jadi atensi, bahkan lebih atensi," ujarnya.

Dodo menambahkan, untuk kebutuhan Helikopter untuk evakuasi pasien jika akses darat tidak memungkinkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan jajaran Polda Jawa Barat dan instansi terkait yang memiliki transportasi udara.

Dodo memastikan, pihaknya saat ini memprioritaskan ketersediaan mobil ambulan dan roda dua bisa difungsikan dengan efektif. 

"Kita darat. Ada dua, kendaraan roda dua untuk jalur yang sulit ditempuh, minimal jangan sampai lama, pertolongan pertama bagus," terangnya.