Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 18 Juni 2017 | 17:54 WIB
  • 26 Warga Sumsel Tewas Akibat Kecelakaan Selama Puasa

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Aji YK Putra (Palembang)
26 Warga Sumsel Tewas Akibat Kecelakaan Selama Puasa
Photo :
  • Pixabay
Ilustrasi garis polisi.

VIVA.co.id – Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan mencatat, sebanyak 26 pengendara roda empat dan roda dua tewas akibat kecelakaan hingga 17 Juni 2017.

Selama Ramadan di bulan Juni 2017, sebanyak 50 kecelakaan lalu lintas terjadi yang mengakibatkan 19 korban luka ringan, 31 luka berat dan 26 korban meninggal. Sementara, di bulan Mei 2017, tercatat 94 kecelakaan lalu lintas, 47 luka dan 34 korban meninggal dunia.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel Kombes Pol Raden Slamet Santoso menjelaskan, kasus kecelakaan di wilayah hukumnya tersebut memang terbilang tinggi dan bahkan menyebabkan para korban tewas.

Selain itu, penyebab banyaknya kecelakaan sendiri mayoritas dikarekan para pengendara sepeda motor.

"Paling banyak itu pengendara motor. Tapi ada juga yang kurang menguasai kendaraannya dan kecapekan berkendara," kata Slamet, Minggu, 18 Juni 2017. 

Slamet melanjutkan,ada empat wilayah di Sumsel yang rawan kecelakaan, yakni kota Palembang, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Ogan Komering Ilir (OKI) dan Banyuasin.

"Di empat wilayah itu kasus kecelakaannya macam-macam, akibat jalan rusak juga ada. Tetapi untuk di kota Palembang, rata-rata karena ingin mendahului," ujarnya. 

Sementara itu, puncak arus mudik sendiri diprediksi akan berlangsung besok, Senin,19 Juni 2017. Menjelang H-4 Lebaran dan H+4, seluruh truk dilarang beroperasi di Sumsel.

“Seluruh truk tidak boleh lewat di Sumsel, kecuali pengangkut BBM (Bahan Bakar Minyak) dan sembako,” kata Raden menegaskan.