Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 18 Juni 2017 | 19:31 WIB
  • Begini Strategi Pemerintah Jika Terjadi Kemacetan di Cipali

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Dinia Adrianjara
Begini Strategi Pemerintah Jika Terjadi Kemacetan di Cipali
Photo :
  • ANTARA/Dedhez Anggara
Antrean Tol Cipali di musim mudik 2016.

VIVA.co.id – Pemerintah telah menyiapkan berbagai antisipasi dan skenario untuk mencegah terjadinya kemacetan parah di ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) hingga exit Tol Brebes (Brexit). Hal ini mengingat kemacetan panjang yang terjadi hingga puluhan kilometer yang terjadi saat mudik Lebaran tahun lalu. 

Kepala Korlantas Polri Irjen Royke Lumowa mengatakan, sistem buka tutup di Tol Cipali akan dilakukan berdasarkan dengan data otentik, dibantu oleh pihak Jasa Marga. Data ini dihimpun berdasarkan jumlah kendaraan yang melintas menuju tol tersebut.

"Misal kendaraan yang masuk Cikarang Utama itu berapa, kita sudah ambil langkah untuk gerbang Palimanan buka maksimal. Kemudian exit Kanci, Pejagan, Brebes Barat dan Timur, kita buka maksimal dua jam kemudian," kata Royke di Jakarta, Minggu, 18 Juni 2017.

Royke mengatakan, berdasarkan data dan penghitungan berapa kendaraan yang telah melewati gerbang tol, maka petugas akan menyiapkan tindakan yang harus dilakukan di persimpangan depan berdasarkan data tersebut.

"Kemudian skenario yang paling parah dan mudah-mudahan tidak terjadi, kalau Pantura (Jalur Pantai Utara) sudah stuck, kita harus alihkan kendaraan ke selatan dengan segala risiko. Kalau padat, harus buka tutup berapa kendaraan ke arah utara, berapa ke selatan,” ujar Royke.

Hal senada juga diungkapkan Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi. Ia mengatakan bahwa pemudik sebaiknya tidak terlalu berharap dengan Tol Cipali, karena volume kendaraan yang akan membludak. 

"Kita secara konsisten akan mengendalikan jumlah pengendara yang bisa di situ. Jadi kita akan tutup apabila ada suatu antrean panjang, sehingga lalin kita distribusikan ke utara dan selatan," ucap Budi.

Sementara itu, terkait tol fungsional Pejagan-Pemalang, Budi menegaskan bahwa jalur tersebut adalah bonus dan baru akan dilakukan selepas dari Brexit. Ia memastikan bahwa fokus utama yang harus dikendalikan adalah agar Brexit tidak mengalami kemacetan parah.

"Fungsional ini hanya dua jalur, belum maksimal, exit terbatas. Jadi saya sarankan apabila sudah penutupan di Cipali, saya sarankan pemudik ambil inisiatif ke utara dan selatan," katanya menambahkan.