Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 18 Juni 2017 | 21:23 WIB
  • Asrama Polisi di Medan Dihebokan Koper Dicurigai Bom

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Putra Nasution (Medan)
Asrama Polisi di Medan Dihebokan Koper Dicurigai Bom
Photo :
  • VIVA.co.id/Putra Nasution
Asrama polisi di Medan dihebokan tas koper yang dicurigai bom.

VIVA.co.id – Asrama Polisi di Jalan HM Joni, Medan dihebokan oleh sebuah tas koper besar warna merah, yang curigai bom, Minggu, 18 Juni 2017. Tim penjinak bom dari Brimob Polda Sumut turut membantu mensterilkan koper tersebut.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol.Rina Sari Ginting mengatakan, koper merah itu berada di rumah tanpa penghuni milik Pak Gurning. Kemudian, koper itu dibawa dan diletakkan di asrama oleh seorang wanita bernama RS (30 tahun).

"Saksi menerangkan bahwa ada seorang wanita (RS) dengan pakai baju kemeja lengan panjang warna putih, dan celana jeans warna hitam, rambut agak panjang, kulit warna putih, pakai sepatu kets dengan membawa tas koper warna merah, berjalan sendiri. Selanjutnya pergi meninggalkan saksi dan koper warna merah, dan setelah itu saksi melihat yang bersangkutan pergi dengan berjalan kaki meninggalkan area TKP menuju jalan Menteng Raya," ujar Rina di Medan, Minggu, 18 Juni 2017.

Selanjutnya, warga sekitar melaporkan penemuan koper itu kepada pihak kepolisian dari Polsek Medan Area. Kemudian polisi melakukan pengecekan dan memasang garis polisi. Penemuan koper ini lantas diteruskan kepada tim penjinak Bom Brimob Polda Sumut.

Rina mengungkapkan, setelah dilakukan pengecekan menggunakan X-Ray, tidak ditemukan bahan peledak. Setelah dibongkar paksa, di dalam koper hanya ditemukan sejumlah barang pribadi dari RS.

Dari pemeriksaan sementara yang dilakukan terhadap orangtua RS, Suliasman menyebutkan bahwa anak wanitanya mengalami gangguan jiwa akibat masalah keluarga.

"Saksi Suliasman mengaku diletakkannya koper tas merah itu adalah perbuatan anaknya (RS), dan menurut orangtuanya terduga tersangka memiliki gangguan jiwa karena pisah dengan suaminya satu tahun yang lalu. Sekarang masih diusahakan oleh orangtuanya untuk berobat alternatif," ujarnya.

Rina menambahkan bahwa keluarga RS pernah tinggal di kawasan kompleks Asrama Polisi tersebut. Namun, mereka sekarang tinggal di Jalan Tempirai 10 di Kecamatan Medan Labuhan, Medan. Begitu juga, untuk motif kenapa RS meletakkan koper besar itu di Asrama Polisi, yang sempat membuat heboh warga sekitar masih didalami.

"Kini seluruh barang bukti sudah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan sejumlah saksi, termasuk RS," katanya.

Untuk diketahui, hal yang sama juga pernah terjadi Asrma Polisi ini, Minggu, 11 Juni 2017 lalu. Sebuah tas juga dicurigai bom oleh warga. Karena itu, pihak kepolisian turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan di TKP. Namun, tidak ditemukan bahan peledak di dalam tas tersebut.