Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 19 Juni 2017 | 22:12 WIB
  • Ketua MUI Tegaskan Indonesia Bukan Negara Islam

  • Oleh
    • Lis Yuliawati,
    • Eka Permadi
Ketua MUI Tegaskan Indonesia Bukan Negara Islam
Photo :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal (Surabaya)
Maruf Amin

VIVA.co.id – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin menegaskan, Indonesia bukan negara Islam. Indonesia adalah negara kesatuan yang disepakati para pendiri bangsa, termasuk para ulama di era perjuangan kemerdekaan.

"(Indonesia) Bukan darul kufur, bukan negara kafir, bukan darul harb bukan wilayah, bukan negara perang, tapi negara kesepakatan, antara seluruh bangsa, antara seluruh agama," kata Ma'ruf saat berbuka puasa dengan Presiden Joko Widodo dan jajaran TNI di Mabes TNI, Jakarta, Senin, 19 Juni 2017.

Menurut Ma`ruf, hal tersebut tampak pada piagam Jakarta yang menjadi cikal bakal Pancasila, di mana berapa poin piagam Jakarta dihapuskan. Namun para ulama ikhlas menerima hal tersebut.

"Ketika salah satu poin dari tujuh kata di dalam piagam Jakarta yang berbunyi, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya, ketika itu diminta dibuang. Dengan sepenuh hati dan keikhlasan, para ulama menerima itu," ujarnya.

Poin tersebut yang akhirnya menjadi sila pertama dalam Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Atas dasar itu, Ma`ruf menyesalkan kondisi saat ini. Di mana muncul berbagai gerakan seperti khilafah yang ingin mengubah dasar negara. 

"Kami sangat menyayangkan adanya kelompok-kelompok yang tidak memiliki komitmen kebangsaan dan kenegaraan. Kelompok radikalisme yang kemudian ingin mengubah, dan di sinilah terjadi kegaduhan," ujarnya.

Ia meminta semua elemen bangsa untuk tetap menjaga persatuan. "Supaya tetap utuh dan bersatu, bersatu saja sulit kita menghadapi kesejahteraan, apalagi kalau kita tidak bersatu, ditambah lagi munculnya kelompok intoleran, di semua agama, termasuk di kalangan Islam," katanya. (one)