Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 20 Juni 2017 | 06:02 WIB
  • Aksi Aniaya Wartawan Antara Dinilai Potret Buruk Polri

  • Oleh
    • Hardani Triyoga
Aksi Aniaya Wartawan Antara Dinilai Potret Buruk Polri
Photo :
  • ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang
Ilustrasi Kekerasan Terhadap Wartawan

VIVA.co.id – Aksi penganiayaan oleh oknum Brimob terhadap wartawan Lembaga Kantor Berita Nasional Antara, Ricky prayoga, dinilai memengaruhi citra Polri. Kejadian ini ada di tengah upaya Polri yang sedang melakukan pembenahan untuk meningkatkan elektabilitas kepercayaan masyarakat.

"Saya meminta kejadian ini jangan sampai terulang. Ini potret buruk di tengah usaha Polri yang sedang giat-giatnya berbenah untuk memulihkan kepercayaan masyarakat," kata anggota Komisi II DPR, Arteria Dahlan kepada wartawan, Senin 19 Juni 2017.

Ia menegaskan, apapun alasan pihak Brimob terhadap wartawan tak bisa dibenarkan. Aksi yang terekam dalam video tersebut, memperlihatkan kebrutalan oknum Brimob. Apalagi, persoalan ini hanya masalah sepele dari saling pandang.

"Alasan bagaimana pun tidak boleh ada pembenaran atas aksi brutal yang dilakukan oknum Brimob. Apalagi, ini tidak ada kaitan sama konteks tugas pengamanan," tuturnya.

Arteria mengingatkan, kejadian ini berdampak terhadap Polri, terutama Brimob. Padahal, tidak semua anggota Brimob berkelakuan negatif. Namun, kejadian ini mengibaratkan noda yang menjadi stigma buruk.

"Kasihan di Polri itu banyak polisi-polisi yang baik. Mereka terpaksa terkena noda dan stigma buruk, hanya karena sebagian kecil oknum yang tak paham tugas Polri. Haram hukumnya melukai rakyat," lanjut politisi PDIP itu.

Kemudian, dia juga meminta, agar Polri sebagai lembaga penegak hukum bisa berlaku adil terhadap anggotanya yang jelas melakukan tindakan pidana. Hal ini penting, agar tak terjadi kesewenang-wenangan lagi ke depannya.

"Kita minta anggota yang bersangkutan, kalau terbukti bersalah diberikan sanksi. Arogansi itu tidak boleh dipandang sederhana, karena itu bibit dari kesewenang-wenangan," tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ajang BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017 di JCC Plenary Hall, Senayan, Jakarta, tercoreng karena aksi 'koboi' sejumlah oknum Brimob kepada Ricky Prayoga, Minggu 18 Juni 2017. Ia mengalami penganiayaan dari beberapa oknum Brimob yang seharusnya berperan sebagai aparat pengamanan negara.

Persoalannya pun, karena masalah sepele. Diawali, Ricky yang sedang ingin menuju mesin ATM, sempat beradu pandang dengan salah seorang anggota Brimob tersebut.

"Saya berusaha memalingkan pandangan. Tetapi, ketika saya melihat lagi, dia masih melihat ke arah saya dengan mengikuti sampai berjarak beberapa langkah," tutur Ricky dalam keterangannya, Senin 19 Juni 2017.

Karena merasa risih, Ricky dengan respons yang wajar coba bertanya kepada anggota Brimob tersebut dengan alasan mengapa dia diikuti. Namun, justru makian dan ancaman yang dia terima. Ia sempat dipiting, dipukul, dan ditendang.

Bahkan, salah seorang oknum mengancam akan mengokang senjara laras panjangnya ke arah Ricky. Tak hanya itu, setelah dianiaya, salah seorang oknum Brimob menantang Ricky berkelahi di luar arena JCC. (asp)