Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 20 Juni 2017 | 17:07 WIB
  • Jemaah Naqsabandiyah Berlebaran Sabtu

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Andri Mardiansyah (Padang)
Jemaah Naqsabandiyah Berlebaran Sabtu
Photo :
Jamaah Tarekat Naqsabandiyah

VIVA.co.id - Jemaah Tarekat Naqsabandiyah yang berbasis di Sumatera Barat berlebaran lebih awal. Mereka menetapkan 1 Syawal 1438 Hijriah atau Idul Fitri tahun 2017 pada Sabtu, 24 Juni 2017.

Penetapan Hari Raya Idul Fitri yang mendahului keputusan pemerintah itu berdasarkan metode hisab (perhitungan astronomis), yaitu hisab munjid.

"Sabtu esok kita sudah mulai Lebaran. Awalnya, kita puasa pada 25 Mei (2017). Itu artinya, di tanggal 24 Juni, puasa kita cukup 30 hari," kata pemimpin Naqsabandiyah Sumatera Barat, Syafri Malin Mudo, pada Selasa, 20 Juni 2017.

Salat Idul Fitri jemaah Naqsabandiyah dipusatkan di Musala Baitul Makmur, Kelurahan Binuang Kampung Dalam, Kecamatan Pauh Kota, Kota Padang. Jemaah juga bisa melaksanakan salat Id di sejumlah masjid dan musala di masing-masing daerah.

Jumlah jemaah, kata Syafri, diperkirakan akan meningkat pada tahun ini. Tidak hanya berasal dari Kota Padang, jemaah juga diperkirakan berdatangan dari Payakumbuh dan Solok.

Jemaah Tarekat Naqsabandiyah berpuasa Ramadan dua hari lebih awal, yakni Kamis, 25 Mei 2017. Awal Ramadan bagi Naqsabandiyah berlandaskan berpedoman pada Alquran surat Al Baqarah ayat 183, 184, dan 185.

"Di samping berpedoman dengan surat Al-Baqarah, kita juga melakukan perhitungan berdasarkan malam," kata Syafri pada 24 Mei 2017.

Bila dihitung dari tahun Hijriah sebelumnya, kata Syafri, satu Ramadan jatuh pada 24 Mei dan keesokan harinya sudah mulai berpuasa. Maka jemaah Naqsabandiyah sudah salat tarawih perdana dan serentak di 50 masjid dan musala sejak malam 24 Mei.