Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 20 Juni 2017 | 17:43 WIB
  • Lahir Saat Mudik, Bayi Ini Gratis Naik Kapal Seumur Hidup

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Bayu Nugraha,
    • antv/tvOne
Lahir Saat Mudik, Bayi Ini Gratis Naik Kapal Seumur Hidup
Photo :
  • pixabay/ jakobing85
Ilustrasi bayi.

VIVA.co.id – Maria Elevina tak pernah menyangka dan mengira jika bayi yang dikandungnya selama sembilan bulan harus dilahirkan di atas Kapal. Kejadian itu terjadi di Kapal Kirana Satu, saat perjalanan mudik dari Sampit, Kalimantan Tengah menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Dalam proses persalinan, ibu berusia 21 tahun ini ditangani seorang petugas medis serta dibantu para penumpang kapal. Dengan peralatan medis yang terbatas dan minim, proses persalinan akhirnya selesai selama 30 menit.

Sang bayi yang berjenis kelamin laki-laki memiliki berat tiga kilogram dalam keadaan sehat. Bayi ini lahir saat posisi kapal berada di perairan Bawean Gresik, Jawa Timur.

Usai proses melahirkan, sang bayi pun langsung diserahkan kapten kapal ke kedua orang tuanya. Untuk mengenang kelahiran sang bayi, saat tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, sang bayi diberi nama Chandra Kirana sesuai nama kapal yang ditumpangi.

Pemberian nama Chandra Kirana ini pun diapresiasi oleh perusahan operator kapal, Dharma Lautan Nusantara (DLU) dengan memberikan hadiah kepada Chandra Kirana.

"Kami apresiasi atas pemberian nama anak tersebut dengan memberikan hadiah yaitu gratis naik kapal ke seluruh tujuan di Indonesia seumur hidup," kata Manager Cabang Surabaya PT Dharma Lautan Utama, Donie Surya, Selasa 20 Juni 2017.
 
Kedatangan bayi yang lahir di tengah Samudera ini sempat menjadi perhatian seluruh penumpang dan petugas jaga di Pelabuhan Tanjung Perak. Untuk sekedar mengabadikan momentum, banyak penumpang yang melakukan swafoto dengan keluarga asal Kalimantan Tengah tersebut.
 
Untuk menjaga kesehatan, sang bayi Chandra Kirana pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit PHC Surabaya untuk mendapatkan perawatan.

Laporan Zainal Azhari (Surabaya)