Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 13 Juli 2017 | 14:53 WIB
  • Suhu di Malang Terasa Lebih Dingin padahal Normal

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Lucky Aditya (Malang)
Suhu di Malang Terasa Lebih Dingin padahal Normal
Photo :
  • VIVAnews/Dyah Ayu Pitaloka
Tugu Balai Kota di Malang, Jawa Timur.

VIVA.co.id - Sepekan terakhir, masyarakat Malang merasakan suhu udara yang begitu dingin dengan kisaran 19 derajat celsius sampai 18 derajat celsius. Ternyata, fenomena itu siklus udara yang normal.

Kepala Stasiun Klimatologi Karang Ploso Malang, Joko Budi Utomo menyarankan, masyarakat tidak perlu risau dengan penurunan suhu udara. Masyarakat yang tinggal di wilayah pegunungan, suhu dingin 18 derajat celsius bukan hal aneh. 

"Tidak perlu dirisaukan, karena sampai pada puncak kemarau, suhu udara akan terus dingin, ini bukan hal yang aneh. Karena, memang kecenderungannya dari musim hujan ke kemarau akan ada penurunan suhu udara dan ini normal," kata Joko kepada VIVA.co.id pada Kamis 13 Juli 2017. 

Faktor alam yang menyebabkan suhu lebih dingin pada Juli hingga Agustus, karena matahari berada di bagian utara. Maka radiasi panas matahari di bagian bumi wilayah selatan berkurang.

Menurut Joko, suhu sekarang 19-18 derajat celsius dan itu sesungguhnya normal bagi masyarakat. "Normal, karena suhu pada umumnya 19 sampai 20 derajat celsius, jadi ini biasa," ujarnya.

Setiap tahun pada Agustus, suhu wilayah Malang mengalami penurunan. Diprediksi tahun ini suhu dingin mencapai 14 derajat celsius. Namun, suhu itu bukanlah yang paling rendah, karena pada 24 Agustus 1994, suhu udara di wilayah Malang mencapai 11.3 derajat celsius. 

"Masyarakat Malang sudah biasa, karena ini fenomena biasa. Rata-rata di bulan Agustus sampai 15 derajat celsius. Terakhir, yang pernah terjadi 14,2 derajat celsius di bulan Agustus tahun 2011 dan 2012," ujar Joko.

Rata-rata suhu bulanan di suatu tempat memang berbeda, bergantung topografi dan lingkungan lokal sekitar. Di Malang, kata Joko, yang berada di dataran tinggi, suhu dingin pada musim peralihan hujan ke kemarau selalu ada penurunan.

"Masyarakat memang tidak tahu, padahal dingin yang biasa dirasakan masyarakat di bulan Juli, hingga Agustus, ya, segitu," katanya.

Dia memastikan, tidak ada dampak berarti dari penurunan suhu itu. Lagi pula, masyarakat sebenarnya memang sudah terbiasa dengan suhu sedingin itu, meski kadang tak disadari. Kalau pun ada yang merasa lebih dingin, kemungkinan karena sebenarnya sedang tidak bugar.

Stasiun Klimatologi Karang Ploso yang didirikan pada 1989, justru mencatat penurunan suhu tiap Agustus kian berkurang. Suhu paling rendah tercatat pada 24 Agustus 1994 dengan 11,3 derajat celsius. Pada 4 September 2006, dengan 12,2 derajat celsius dan meningkat menjadi 14,2 derajat celsius pada 26 Agustus 2011 dan 21 Agustus 2012. (asp)