Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 13 Juli 2017 | 15:21 WIB
  • Sabu 1 Ton Diungkap, Kapolri Tak Toleransi Bandar Narkoba

  • Oleh
    • Lis Yuliawati,
    • Dwi Royanto (Semarang)
Sabu 1 Ton Diungkap, Kapolri Tak Toleransi Bandar Narkoba
Photo :
  • VIVA.co.id/ Dwi Rohyanto
Kapolri Jenderal Tito Karnavian

VIVA.co.id – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan, pihaknya tak akan menoleransi bandar narkoba yang nekat menyelundupkan narkoba di wilayah hukum Indonesia. 

Hal itu dikemukakan Tito menanggapi terungkapnya penyelundupan sabu seberat 1 ton di Anyer, Kabupaten Serang, Banten.

Tito mengapresiasi langkah tim gabungan yang terdiri atas, Polda Metro Jaya dan Polresta Depok. Tim gabungan itu berhasil mengungkap kasus narkoba berskala internasional. 

Menurutnya, penangkapan itu termasuk paling besar pada 2017. "Saya sampaikan apresiasi karena itu cukup besar. Apresiasi tim penangkap," kata Tito usai acara Wisuda Taruna Akademi Kepolisian di Gedung Cendikia, kawasan Akademi Kepolisian Semarang, Kamis, 13 Juli 2017.

Saat penggerebakan di tepi pantai dekat Hotel Mandalika, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten, Kamis, 13 Juli 2017, satu orang bandar narkoba asal Taiwan, Lin Ming Hui terpaksa ditembak mati. Sebab, dia mencoba melawan polisi saat hendak diamankan.

Selain itu, polisi mengamankan dua pelaku yang juga warga negara Taiwan, yakni Chen Wei Cyuan dan Liao Guan Yu. Sementara satu orang pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas.

Tito menganggap, langkah tegas anggota polisi menembak bandar narkoba yang melawan dianggap sudah tepat. "Satu ditembak karena melawan, tidak apa-apa, lanjutkan. Pokoknya bandar melawan, selesaikan saja," ujar mantan Kepala BNPT tersebut. 

Dengan terungkapnya jaringan penyelundupan narkoba skala besar itu, menurut Tito, menjadi bukti kuat bahwa peredaran narkoba masih menjadi ladang empuk bagi jaringan internasional. Lantaran itu, dia akan terus mengungkap kasus tersebut. 

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto menyampaikan, penggerebekan dan pengungkapan jaringan sabu asal China dengan barang bukti 1 ton tersebut menjadi tangkapan terbesar Polri selama ini. "Sekitar satu ton (sabu-sabu). Ya (terbesar) karena itu jangan internasional. (penyelundupan) lewat laut, " kata Setyo.