Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 13 Juli 2017 | 19:38 WIB
  • Penyelundup 1 Ton Sabu di Serang Layak Dihukum Mati

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Anwar Sadat
Penyelundup 1 Ton Sabu di Serang Layak Dihukum Mati
Photo :
  • VIVA.co.id/Yandi Deslatama
Kapolda Metro Jaya M. Iriawan di TKP penyelundupan Sabu 1 Ton.

VIVA.co.id – Tim gabungan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok menggagalkan penyelundupan 1 ton sabu di Anyer, Banten. Temuan tersebut pun mengagetkan masyarakat mengingat jumlahnya yang sangat banyak.

Sekretaris Fraksi Demokrat di DPR, Didik Mukrianto, menilai ini adalah kado bagi aparat penegak hukum dalam memperingati acara puncak Hari Anti Narkotika Internasional. Ia pun tidak dapat membayangkan jika sabu sebanyak 1 ton tersebut tidak terungkap.

"Ini ancaman serius, jutaan masyarakat Indonesia telah terselamatkan dari ancaman narkoba karena penangkapan ini. Hukuman mati layak bagi para penyelundup tersebut. Saya juga berharap Badan Narkotika Nasional (BNN) dapat bekerja sama dengan aparat hukum negara lain untuk membongkar jaringan besar tersebut," ujar Didik di Jakarta, Kamis, 13 Juli 2017.

Pria yang juga menjabat Ketua Umum Karang Taruna Nasional itu juga mengatakan, dalam menggagalkan upaya penyelundupan narkotika dengan total berat mencapai 1 ton bukanlah usaha yang mudah. Perlu kerja keras dan untuk itu ia mengapresiasi kinerja aparat penegak hukum.

"Ini merupakan pencapaian yang luar biasa pihak kepolisian, khususnya BNN yang telah menangkap pelaku dan menyita 1 ton sabu. Ini terbesar dalam sejarah penindakan narkoba di Indonesia. Saya sangat mengapresiasi," ujarnya.

Didik-pun meminta agar pihak kepolisian jangan cepat puas dengan pencapaian ini, karena masih banyak narkoba yang beredar di negeri ini. Perlu penanganan sigap dari para aparat untuk terus membasmi narkoba.

Kalau ini dianggap sebagai capaian besar, lanjut Didik, di sisi lain tentu ini harus menjadi keprihatinan dan menjadi evaluasi bagi pihak kepolisian masih maraknya ancaman besar buat generasi bangsa. 

"Tugas berat bagi kepolisian ke depan untuk terus memerangi kartel-kartel narkoba. Melibatkan seluruh warga agar berperang melawan narkoba sampai ke akar rumputnya," lanjut Didik. (ren)