Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 14 Juli 2017 | 11:55 WIB
  • Kapolda Duga Kecelakaan Maut Probolinggo Akibat Human Error

  • Oleh
    • Lis Yuliawati,
    • Nur Faishal (Surabaya)
Kapolda Duga Kecelakaan Maut Probolinggo Akibat Human Error
Photo :
  • Pixabay
Ilustrasi garis polisi.

VIVA.co.id – Kecelakaan maut yang menewaskan sepuluh orang di kawasan wisata Pantai Bentar Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Jumat, 14 Juli 2017 dinihari, diduga akibat kelalaian manusia atau human error.
 
Kecelakaan tersebut melibatkan sebuah bus malam Medali Mas bernomor polisi  N 7130 UA dengan truk Hino bernomor polisi DR 8600 AB. Bus dikemudikan Rifa’i Kerto (48), warga Sumbersuko, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Sementara truk Hino bernopol DR 8600 AB, dikemudikan oleh Munawir (40), warga Mataram, Nusa Tenggara Barat.
 
“(Penyebabnya diduga) human error. Perjalanan jauh dari Mataram, Lombok, ya, pasti kelelahan (pengemudinya), ngantuk,” kata Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi Machfud Arifin, di Markas Polda Jawa Timur, Surabaya, Jumat, 14 Juli 2017 pagi.
 
Machfud mengaku belum menerima laporan terkini dari anak buahnya di lokasi kecelakaan terkait penyebab kecelakaan. Dia juga belum bisa menyimpulkan kendaraan yang mana melakukan pelanggaran lalu lintas sehingga menyebabkan kecelakaan. “Masih diselidiki, didalami,” ujarnya.
 
Informasi diperoleh menyebutkan, kecelakaan terjadi sekira pukul 02.30 dini hari. Waktu itu, bus Medali Mas melaju kencang dari arah timur ke barat atau Banyuwangi menuju Pasuruan. Pada saat bersamaan, truk Hino melaju dari arah sebaliknya. Sampai di lokasi kejadian, dua kendaraan besar itu bergesekan badan bagian kanan.
 
Akibatnya, seluruh badan bus bagian kanan rusak parah dan kaca jendelanya pecah. Semua korban tewas berada di bangku bagian kanan. Diduga, korban terbentur besi badan bus kala benturan terjadi, atau terkena serpihan kaca bus yang pecah. 

Kepala Kepolisian Resor Probolinggo Ajun Komisaris Besar Polisi Arman Asmara Syarifuddin, belum berhasil dikonfirmasi VIVA.co.id.
 
Sementara ini, baru lima korban tewas teridentifikasi. Adapun lima korban lainnya diidentifikasi sebagai Mr X. Korban tewas maupun luka dibawa ke rumah sakit setempat. 

Lima korban tewas teridentifikasi itu ialah Suyoto (45), warga Gunung Ronggo, Kecamatan Paginu, Malang; Jumiati (51), warga Desa Mulyo Arjo, Lawang, Malang; Sukir (35), warga Desa Argosari, Jabung, Malang; Maria Yustina Eni (41), warga Babakan, Bali;  Imanuel (25), warga Austria.