Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 14 Juli 2017 | 17:24 WIB
  • Cerita Reuni yang Kandas Akibat Kecelakaan Maut Probolinggo

  • Oleh
    • Lis Yuliawati,
    • Lucky Aditya (Malang)
Cerita Reuni yang Kandas Akibat Kecelakaan Maut Probolinggo
Photo :
  • VIVA.co.id/ Lucky Aditya (Malang)
Markami, orangtua Eni yang menjadi korban meninggal di Probolinggo, Jawa Timur.

VIVA.co.id – Rencana Maria Yistuna Eni Budoyo untuk menghadiri halal bihalal alumni sekolahnya, pupus. Wanita 41 tahun itu menjadi salah satu korban tewas dalam kecelakaan maut di kawasan wisata Pantai Bentar Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Jumat, 14 Juli 2017 dini hari. 

Rekan Eni, Teresia mengaku syok saat mendengar temannya semasa sekolah menengah atas menjadi korban kecelakaan maut antara bus kontra truk itu.

"Dia orang yang pintar, sejak di SMA juara satu terus, sudah lama tinggal di Bali sama keluarganya. Dia teman sekolah di SMIP Prajna Paramitha, Malang," ujar Teresia seraya mengusap air mata, di Malang, Jawa Timur, Jumat, 14 Juli 2017. 

Semula Eni akan menghadiri acara halal bihalal alumni SMIP Prajna Paramitha, di sekolah, Jumat, 14 Juli 2017. Eni sengaja merahasiakan kedatangannya agar menjadi kejutan teman semasa sekolah saat menghadiri acara tersebut.

"Kami ada acara halal bihalal dia mau datang tapi diam-diam tidak bilang ke anak-anak (teman-teman). Dia mau buat kejutan rencananya sehabis Jumatan renuninya. Kami tahu dari pesan Whatsapp, terakhir ketemu saat reuni akbar 2 tahun lalu," kata Teresia. 

Eni berangkat dari Bali menuju Malang bersama empat anggota keluarganya. Mereka adalah Markami (64), ibu Eni; Tanti, menantu Markami; dua cucu Markami, Nasya dan Farah. Dalam kecelakaan itu, Markami juga menjadi korban meninggal dunia.

Eni ke Malang sekaligus untuk mengantarkan Markami, Tanti serta Nasya dan Farah. Sebab, kedua anak itu akan kembali bersekolah usai libur lebaran. 

Magdalena Sri Utami, keponakan Markami, mengatakan jika di rumah duka di Jalan Karya Timur, Gang 1 Nomor 25 , RT 03 RW 07, Purwantoro, Blimbing, Kota Malang tidak ada anggota keluarga. Sebab, seluruh keluarga sejak lama merantau dan tinggal di Bali. 

Sejak dua bulan lalu, Markami pergi ke rumah Eni di Bali. "Yang menjadi korban Mbak Eni dan Bu Markami. Bu Markami punya enam anak, semua anak dan menantu tinggal di Bali. Kecuali Bu Markami dan Mbak Tanti karena cucunya sekolah di Malang," kata Utami, Jumat, 14 Juli 2017. 

Keluarga di Malang baru saja mendapat kabar duka sekitar pukul 06.30 WIB. "Dalam bus itu ada lima keluarga yang meninggal dunia dua. Mbak Tanti dan kedua anaknya terlempar dari dalam bus. Kalau bu Markami dan mbak Eni duduk di belakang sopir," ujar Utami. 

Saat ini, keluarga yang di Malang sedang menunggu kedatangan jenazah dari Probolinggo. "Menunggu keluarga yang di Bali tiba di Probolinggo kemudian dibawa ke Malang untuk dimakamkan," ujar Utami. (ase)