Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 14 Juli 2017 | 18:14 WIB
  • Penyebab Kebakaran KM Zahro Memakan Banyak Korban Jiwa

  • Oleh
    • Toto Pribadi,
    • Rintan Puspitasari
Penyebab Kebakaran KM Zahro Memakan Banyak Korban Jiwa
Photo :
  • Anwar Sadat
Penyerahan jenazah korban KM Zahro Express di RS Polri Kramatjati.

VIVA.co.id – Sebanyak 24 orang meninggal dunia setelah kapal KM Zahro Express terbakar pada awal tahun ini. Kapal ini terbakar di tengah perjalanannya dari Kali Adem menuju Pulau Tidung pada 1 Januari 2017 lalu. Dan kini penyebab kebakaran telah ditemukan.

Kerusakan pada generator yang memicu lompatan bunga api sehingga kapal terbakar. Dan kebakaran ini menimbulkan banyak korban jiwa karena proses evakuasi yang tidak berjalan lancar. Minimnya akses untuk evakuasi menjadi penyebab banyaknya korban jiwa.

Tidak standarnya pintu darurat yang ada, serta minimnya jumlah pintu atau akses darurat menyebabkan terjadinya penumpukan penumpang di satu pintu akses pada saat kapal mengalami kebakaran.

"Pintu akses ke haluan dengan ukuran lebar 77 sentimeter, memberikan akses sebesar 1,3 person per detik. Dengan kondisi demikian, terdapat kemungkinan terjadinya penumpukan penumpang yang diperkirakan sebanyak 130 penumpang di geladak utama," kata Bambang Safari Alwi dari Investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Pintu akses belakang kurang menjadi pilihan bagi para penumpang, dikarenakan posisi kebakaran berada di area sekitar buritan. Beberapa penumpang yang ada di ruang akomodasi geladak atas memilih untuk menempuh jalur evakuasi buritan, tapi sebagian besar mencoba meloloskan diri lewat area haluan," lanjutnya.

KNKT juga menemukan kurang efektifnya penanganan kebakaran serta tidak adanya prosedur darurat di kapal berkontribusi terhadap kebakaran yang lebih besar serta adanya korban jiwa.  Kapal tidak memiliki prosedur penanganan darurat yang baik

KNKT juga menggaris bawahi kurangnya penerapan aturan terkait proses sertifikasi kapal penumpang serta pemenuhan ketentuan peraturan pengawakan kapal penumpang.

Terkait dengan temuan-temuan tersebut, KNKT menyampaikan rekomendasi keselamatan pada pihak-pihak terkait untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa di masa datang. Rekomendasi keselamatan diberikan pada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Dinas Perhubungan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sunda Kelapa, KSOP Muara Angke dan Operator pemilik KM. Zahro Express.