Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 16 Juli 2017 | 06:21 WIB
  • Miris, 20 Peluru Bersarang di Tubuh Orangutan Sumatera

  • Oleh
    • Dedy Priatmojo,
    • Putra Nasution (Medan)
Miris, 20 Peluru Bersarang di Tubuh Orangutan Sumatera
Photo :
  • VIVA/Putra Nasution (HOCRU dan YOSL-OIC)
Pelepasan liaran 5 Orangutan di Taman Nasional Gunung Leuser.

VIVA.co.id – Lima ekor Orangutan dibebas liarkan di Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di Sumatera Utara dan Aceh. Yang sebelumnya, kelima orang itu, ditemukan dalam keadaan kurang sehat dan langsung dilakukan evakuasi dari sejumlah lokasi.

Kemudian tim Tim Human-Orangutan Conflict Rescue Unit (HOCRU), Yayasan Orangutan Sumatra Lestari – Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) melakukan perawatan secara medis, sebelum dilepas liar kehabitatnya.

Direktur YOSL-OIC Panut Hadisiswoyo mengatakan evakuasi Orangutan dilakukan sejak 11 hingga 14 Juli 2017 dari dua lokasi berbeda serta melakukan perawatan atas luka yang diderita Orangutan tersebut.

Dua lokasi yakni Desa Kampung Batu, Bakongan, Aceh Selatan dan di Dusun Kermal, Desa Tenggulun, Aceh Tamiang dan di perkebunan karet milik warga dusun Pancasila, desa Mekar Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat-Sumatera Utara," ungkap Panut Hadisiswoyo, Sabtu sore,15 Juli 2017.

Panut menjelaskan di lokasi pertama tim HOCRU melakukan evakuasi terhadap dua individu Orangutan terdiri dari indukan dan bayi di sebuah perkebunan kelapa sawit di Desa Kampung Batu, Bakongan, Aceh Selatan.

Setelah berhasil dievakuasi dan pengecekan kesehatan terhadap induk dan bayi Orangutan dalam keadaan sehat. Panut mengatakan pada hari itu juga dilakukan pelepasan liar dilokasi lebih aman, yang masih dalam satu areal ditemukan Orangutan tersebut.

"Setelah melakukan release  tim kembali menerima informasi dari masyarakat tentang keberadaan tiga individu Orangutan di Dusun Kermal, Desa Tenggulun, Aceh Tamiang," tuturnya.

Dengan informasi itu, tim HOCRU, KSDA Aceh, BBTNGL dan juga masyarakat lokal melakukan pencarian Orangutan terisolasi. Akhirnya, tim gabungan tersebut menemukan Orangutan itu, di perkebunan karet milik warga setempat.

Di lokasi kedua ini, ditemukan dua ekor Orangutan dari pemeriksaan fisik oleh dokter hewan OIC Ricko Jaya, diketahui bahwa kedua individu itu adalah induk yang diperkirakan berusia 30 tahun, dan anaknya berkelamin jantan diperkirakan berumur satu tahun.

"Mata kiri induk orangutan buta, dan terdapat tiga peluru di mukanya. Secara keseluruhan kondisi fisik kedua individu Orangutan dalam keadaan sehat dan release pada hari itu juga ke wilayah Hutan Leuser," sebut Panut.

Dilokasi terakhir, tim juga menemukan seorang Orangutan di perkebunan karet milik warga dusun Pancasila, desa Mekar Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

"Melalui pemeriksaan kesehatan, orangutan yang diperkirakan berumur 30 tahun ini memiliki setidaknya 20 peluru bersarang disekujur badannya. Namun secara keseluruhan, orangutan tersebut dinyatakan dalam keadaan sehat dan dapat langsung di release area Taman Nasional Gunung Leuser," kata Panut.