Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 16 Juli 2017 | 06:27 WIB
  • Khofifah Sebut Perempuan Rentan jadi Korban Bandar Narkoba

  • Oleh
    • Dedy Priatmojo,
    • Nur Faishal (Surabaya)
Khofifah Sebut Perempuan Rentan jadi Korban Bandar Narkoba
Photo :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa

VIVA.co.id – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyebut banyak perempuan muda dimanfaatkan bandar dan pengedar narkotika untuk memperlancar bisnis haram mereka. Lugu dalam pergaulan jadi pintunya. Diperlukan kepekaan para orang tua, terutama kaum ibu, memantau gerak-gerik putrinya.

Khofifah mengaku rutin menyambangi lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan wanita dan anak di sejumlah daerah, terutama saat Ramadan.

"60 persen napi wanita karena korban penyalahgunaan atau pengedar narkoba," katanya seusai acara Muslimat Nahdlatul Ulama di Kota Mojokerto, Jawa Timur, pada Sabtu, 15 Juli 2017.

Suatu waktu, cerita Khofifah, dia bertanya kepada napi anak perempuan usia 14 tahun karena kasus narkotika di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur. "Dia bilang, enggak tahu. Disuruh kirim bungkusan ke mal dengan iming-iming uang empat belas juta," ujarnya

Cerita lain pernah didapati Khofifah di Kabupaten Mojokerto. Seorang remaja putri berprestasi terjebak narkotika karena ketidaktahuannya. "Sama temannya dikasih narkoba, dibilangnya obat biar semangat belajar. Sekali sampai tiga kali dikasih cuma-cuma, keempat kali disuruh beli," terang Khofifah.

Berdasarkan cerita itu, Khofifah menyimpulkan betapa rentannya perempuan muda terjebak jeratan bandar dan pengedar narkotika. Karena itu, lingkungan keluarga menjadi penting untuk membentengi generasi bangsa agar selamat dari barang haram itu.

"Diperlukan ketahanan diri dan kewaspadaan, terutama para orang tua. Kok tasnya ganti, kok sepatunya ganti, kok t-shirtnya ganti, padahal ini usianya 13, 14 dan 15 tahun, darimana uangmu, Nak. Memang seharusnya kewaspadaan dibangun di lingkungan keluarga," kata Khofifah.

Para orang tua juga harus peka terhadap prilaku putra atau putri mereka. "Sekarang perlu adanya kepekaan keluarga kalau ditemukan kemungkinan (anak) kalau begini dan begitu. 'Oh, mungkin ini ada sesuatu', supaya cek urine. Supaya diketahui sejak dini, tidak baru diketahui setelah lama mengkonsumsi narkoba," ucap Khofifah.

Nah, di Muslimat NU sendiri, Khofifah mengaku mengajak seluruh ibu-ibu anggota organisasi yang dia pimpin itu. "Saya berharap, ibu-ibu Muslimat jadi penguat, 'Eh, perempuan, hindari narkoba', 'Eh, perempuan jaga dirimu dan keluargamu, jangan sampai jadi korban penyalahguna narkoba, apalagi jadi pengedar'," ujarnya.

"Ingat lo, anak-anak ini sudah mulai terkontaminasi sejak usia SD. IPWL yang saya datangi di Makassar dan Banjarmasin, saya melihat anak-anak, saya tanya, kelas berapa? Kelas 3 SMP. Sudah berapa lama konsumsi narkoba? Sudah enam tahun. Berarti sejak SD. Awalnya mungkin tidak tahu," cerita Khofifah.