Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 8 Agustus 2017 | 10:23 WIB
  • Dua Wanita Simpatisan ISIS Aktif Pengaruhi Warga Sumbar

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Andri Mardiansyah (Padang)
Dua Wanita Simpatisan ISIS Aktif Pengaruhi Warga Sumbar
Photo :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius

VIVA.co.id - Badan Nasional Penanggulangan Teroris menyebutkan belasan warga Sumatera Barat diidentifikasi terlibat atau menjadi simpatisan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS)

Beberapa di antara mereka tak hanya simpatisan, melainkan aktif dalam kegiatan-kegiatan kelompok teroris, bahkkan ada seorang ahli merakit bom. Dua di antaranya seorang perempuan yang aktif memengaruhi warga setempat, terutama kalangan muda.

Mereka sudah ditangkap, antara lain, R warga Bukittinggi, YS warga Padang Panjang, JT warga Payakumbuh, DS warga Solok Selatan, Y warga Pasaman, AH warga Pasaman, RRP warga Bukittinggi, HB warga Bukittinggi, Asm warga Pasaman Barat, Butet warga Bukittinggi, dan HJ warga Bukittingi.

"Butet dan HJ ini adalah perempuan, dan mereka sudah bergabung dengan ISIS. Beberapa dari nama itu ada yang sering pulang kampung dan memengaruhi warga," kata Kepala BNPT, Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius, saat berbicara dalam forum pelatihan Duta Damai Dunia Maya di Padang, Sumatera Barat, pada Senin malam, 7 Agustus 2017.

Meski secara kuantitatif tidak terlalu banyak yang terlibat dibandingkan di provinsi lain, tetap saja Sumatera Barat tidak steril. Sumatera Barat tetap diwaspadai, terutama bagi mereka yang dulu sempat pulang kampung dan menyebar paham teroris.

Perkembangan teknologi informasi yang canggih melalui internet, kata Suhardi, juga menjadi salah satu media jitu yang digunakan kelompok atau jaringan teroris untuk menyebar paham dan merekrut anggota. Mereka selalu mengincar anak-anak muda.

"Kita selalu melacak, baik secara teknologi maupun fisik, untuk terus mengetahui pergerakan mereka. Jadi, memang harus diwaspadai betul, karena ketika pulang ke kampung, mereka pasti akan memengaruhi anak muda," katanya.