Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 8 Agustus 2017 | 17:05 WIB
  • Petani yang Tertembak TNI Diduga Berada di Zona Merah

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Lucky Aditya (Malang)
Petani yang Tertembak TNI Diduga Berada di Zona Merah
Photo :
  • VIVA.co.id/Bayu Yanuar Nugraha
Ilustrasi garis polisi.

VIVA.co.id – Seorang petani singkong warga Dusun Pakel, Desa Baturetno, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, tewas akibat tertembak peluru nyasar di zona merah sekitar lereng Bukit Gondomayit, Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Korban bernama Adi Romo alias Buwawi (50 tahun), dia tewas setelah sebutir peluru nyasar mengenai pelipis kirinya.

Menurut Kepala Desa Baturetno, Mufid, korban tertembak peluru nyasar ketika sedang bertani di lahan garapan milik Bandar Udara Abdul Rachman Saleh, TNI AU.

"Lokasinya berada di lahan milik AURI. Saat dibawa ke rumah, saya tahu wajahnya sudah banyak darah. Setahu saya terkena pelipis kiri," kata Mufid, Selasa, 8 Agustus 2017.

Mufid menceritakan, setelah tertembak, korban sempat dievakuasi warga. Tapi nyawanya tidak tertolong. Jarak lahan tempat korban tertembak dengan lapangan tembak Gondomayit hanya sekitar 500 meter. Lapangan tembak itu sering digunakan latihan TNI AU.

Memang selama ini, TNI AU telah mengeluarkan peringatan kepada warga agar tidak berada di zona merah sekitar lapangan tembak, jika sedang ada latihan menembak.

Diduga, korban lalai sehingga masih saja berada di zona merah lapangan tembak. "Setahu saya selama latihan tembak, satu jam sebelumnya sudah ada prosedur seperti pengangkatan bendera warna merah ditancapkan di atas bukit. Sebelum latihan tembak sudah memberikan informasi kepada warga agar tidak mendekat," kata Mufid.

TNI AU menggelar latihan tembak mulai pukul 08.00 WIB. Saat pukul 07.00 WIB pihak TNI AU sudah melakukan peringatan melalui pengeras suara, ditancapkan bendera satu jam sebelum latihan. Lokasi penembakan berada di lereng bukit, sedangkan lahan pertanian berada di atas bukit. (ren)