Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 9 Agustus 2017 | 05:50 WIB
  • Tips Agar Jemaah Tetap Sehat Hingga Puncak Haji

  • Oleh
    • Eko Priliawito
Tips Agar Jemaah Tetap Sehat Hingga Puncak Haji
Photo :
  • REUTERS/Ahmed Jadallah
Puncak Ibadah Haji, Jutaan Jemaah Memadati Arafah

VIVA.co.id – Jemaah calon haji Indonesia, diminta waspada menghadapi cuaca yang ekstrem di Arab Saudi. Saat puncak haji, suhu bisa mencapai 50 - 60 derajat celcius. Keadaan ini mengulang kondisi saat 20 tahun lalu.

Tidak sedikit jemaah harus dirawat karena dehidrasi, disorientasi, dan kaki melepuh, akibat kepanasan. Karena itu, jemaah harus mempersiapkan fisik untuk ibadah haji. Gunakan waktu untuk beristirahat karena pucak haji masih lama.

Berikut, beberapa tips sederhana diolah dari berbagai sumber, agar jemaah dapat tetap dalam kondisi baik hingga puncak haji:

1. Jemaah harus banyak istirahat dan tidak perlu banyak melaksanakan umrah. Ini dikhawatirkan akan membuat jemaah cepat lelah dan sakit. Padahal puncak haji masih 30 hari lagi.

2. Selalu bawa botol berisi air minum saat pergi. Disarankan kepada jemaah untuk minum 330 mililiter setiap jam, agar tidak dihidrasi.

3. Gunakan masker untuk menghindari debu yang bercampur pasir halus. Sakit batuk dan flu akan membuat ibadah menjadi tidak maksimal.

4. Bawa semprotan air dan semprotkan ke wajah dan masker setiap 30 menit. Ini akan membuat lebih segar, saat cuaca panas melanda.

5. Bawa kantong plastik, untuk wadah sandal saat ke Masjid Nabawi. Bawa sandal dekat tempat jemaah salat dan jangan ditinggal di luar, atau tempat kotak sandal.

Ini bisa berpotensi lupa atau hilang. Setelah berputar-putar mencari sandal dan putus asa, jemaah memutuskan pulang tanpa sandal dan membuat kulit kakinya melepuh.

6. Gunakan payung dan kaca mata untuk menghindari sinar matahari secara langsung. Panas yang langsung mengenai tubuh, akan membuat jemaah cepat kehilangan tenaga.

7. Tetap berolaraga sesuai dengan kemampuan fisik setiap pagi minimal 30 menit. Kemudian, penting menghindari kontak dengan unta. Karena ini, dikhawatirkan dapat terpapar virus MERS. (asp)