Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 9 Agustus 2017 | 13:04 WIB
  • Simposium MK se-Asia Momentum Wujudkan Hukum Berkeadilan

  • Oleh
    • Hardani Triyoga,
    • Ridho Permana
Simposium MK se-Asia Momentum Wujudkan Hukum Berkeadilan
Photo :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
Presiden Jokowi Buka Simposium Internasional Asosiasi Mahkamah Konstitusi se-Asia di Solo, Jawa Tengah.

VIVA.co.id – Presiden Joko Widodo menyampaikan pesan dan harapannya terhadap penyelanggaraan simposium internasional Asosiasi Mahkamah Konstitusi dan Institusi Sejenis se-Asia di Auditorium Universitas Sebelas Maret, Solo, Jawa Tengah. Menurut Jokowi, tantangan dunia hukum di Indonesia akan lebih berat.

Menurut Jokowi, masuki generasi milenial, problematika yang dialami bangsa tentu juga berbeda. Ideologi Pancasila hendaknya selalu menjadi landasan berbangsa dan bernegara.

"Simposium ini hendaknya bermuara pada hukum yang berkeadilan. Saya mendukung Simposium Internasional ini. Banyak tantangan yang harus diselesaikan," ujar Jokowi, Rabu 9 Agustus 2017.

Di hadapan para tamu, Jokowi dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyarankan kepada para delegasi dari 13 negara untuk melihat kemajemukan Indonesia.

"Indonesia terdiri 17.500 pulau dan sekitar 1.340 suku bangsa. Untuk itu perlu menyatukan seluruh warga negara Indonesia dalam bhineka tunggal Ika. Karena hal itu, perlu hukum yang berkeadilan demi menjamin hak-hak konstitusional masyarakat," tuturnya.

Bagi Presiden, hukum yang berkeadilan dan demokratis diyakini bisa merawat keberagaman. Tugas bersama untuk menjaga dan memelihara kebhinekaan tersebut.

"Kami yakin dari simposium ini lahir para hakim yang bisa merawat ideologi dan keberagaman. Menghasilkan keputusan yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan," jelas Jokowi.

Sementara itu, Ketua Mahkamah Konstitusi Indonesia, Arief Hidayat, mengungkapkan Simposium Internasional ini sejalan dengan penetapan 1 Juni sebagai hari Pancasila.

"Hari lahirnya Pancasila yang telah ditetapkan Presiden Jokowi lewat Keppres merupakan upaya mewujudkan Konstitusi yang lebih baik lagi kedepannya. Hadirnya AACC juga diharapkan memberikan pendidikan hukum yang baik di negara ini," ujar Arief. (Webtorial)