Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 9 Agustus 2017 | 13:29 WIB
  • Perampas Senjata Anggota Brimob Polda Bali Masih Misterius

  • Oleh
    • Dedy Priatmojo,
    • Bobby Andalan (Bali)
Perampas Senjata Anggota Brimob Polda Bali Masih Misterius
Photo :
  • ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana
PERAMPASAN SENJATA BRIMOB

VIVA.co.id – Petugas gabungan bentukan Polda Bali masih terus melakukan investigasi terhadap peristiwa penganiayaan seorang anggota Brimob Polda Bali yang tengah bertugas jaga di Ayana Hotel Jimbaran, Nusa Dua.

Selain dianiaya, senjata anggota Brimob bernama IB Sudah Suwarna itu juga ikut dirampas. Sialnya, petugas sedikit kesulitan menemukan pelaku lantaran di sekitar lokasi tempat anggota berpangkat Brigadir dianiaya itu tak terdapat kamera pengawas (CCTV).

Kapolresta Denpasar, Komisaris Besar Hadi Purnomo, mengaku langsung mengerahkan anggotanya untuk menyisir sekitar lokasi. Area menuju pintu masuk kawasan hotel juga dijaga ketat. Razia dilakukan intensif, termasuk melakukan penyisiran kamar kos-kosan di sekitar lokasi bekerjasama dengan desa adat setempat.

"Tim sudah dibentuk untuk mengungkap kasus ini. Pelaku dan motifnya hingga saat ini masih dalam penyelidikan," kata Hadi, Rabu 9 Agustus 2017.

Menurut dia, di sekitar lokasi kejadian tak ada CCTV. Hanya di sekitar kantin tempat korban makan siang terdapat CCTV. Hadi mengaku sudah melakukan pemeriksaan terhadap CCTV tersebut.

Hingga kini, Hadi mengaku masih terus menggali keterangan dari korban yang masih dalam perawatan di Rumah Sakit Trijata Denpasar.

Kronologi

Sebelumnya, sekitar pukul 11.00 WITA pada Selasa, 8 Agustus 2017 korban bersama rekannya yang bernama Alam pergi untuk izin makan siang di sela tugas jaganya di Rimba Resort yang berjarak sekira 500 meter dari tempat jaganya.

Usai santap siang, korban lantas kembali ke pos jaganya. Ia berhenti sejenak untuk pergi ke toilet, sementara rekannya mendahului ke pos jaga. Dari sana, korban ditemukan oleh seorang security atas nama Merdeka Yana dalam posisi duduk dan sudah tidak sadarkan diri.

Korban duduk dengan luka pada wajah sebelah kiri lebam, mata merah dan muntah darah. Saat ditemukan korban dalam kondisi kesadaran menurun alias linglung atas peristiwa yang menimpanya.

Selain penganiayaan yang menimpa dirinya, senjata laras panjang korban jenis AK 101 beserta satu magasen berisi tiga peluru hampa dan 27 peluru karet juga dirampas pelaku. (ren)