Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 9 Agustus 2017 | 13:50 WIB
  • JK Mengaku Risih Bicara Kemiskinan di Hotel Mewah

  • Oleh
    • Dedy Priatmojo,
    • Fajar Ginanjar Mukti
JK Mengaku Risih Bicara Kemiskinan di Hotel Mewah
Photo :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro
Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka Indonesia Development Forum (IDF) 2018

VIVA.co.id – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengaku merasa risih saat memberikan sambutan dalam pembukaan Indonesia Development Forum (IDF) 2017 yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Hotel The Westin Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan.

Acara yang berlangsung hingga Kamis esok, 10 Agustus 2017, akan mempertemukan lebih dari 100 ahli ekonomi guna merumuskan solusi untuk menyelesaikan masalah kemiskinan di Indonesia. Namun, meski membahas mengenai kemiskinan, acara yang juga didukung oleh Pemerintah Australia itu diselenggarakan di salah satu hotel yang notabene termewah di Jakarta.

"Saya sedikit agak risih, berbicara kemiskinan di ruang yang indah ini," ujar JK, Rabu, 9 Agustus 2017.

Menurut JK, kemiskinan di Indonesia sendiri bisa terjadi akibat kondisi timpang berlangsung di banyak sektor. JK mencontohkan kondisi timpang yang terjadi pada pendapatan petani dan buruh pabrik. Petani, meski memiliki produktivitas yang tinggi, tidak akan memiliki pendapatan yang stabil setiap bulannya.

Hal itu dikarenakan tingkat pendapatan mereka ditentukan oleh kondisi pasar dari komoditas yang mereka tanam. Sementara buruh pabrik, memiliki pendapatan yang disesuaikan dengan regulasi yang berlaku. "Sehebat apa pun pendapatan petani, masih lebih tinggi pendapatan orang yang kerja di industri," ujar JK.

JK berharap, IDF bisa merumuskan solusi yang selanjutnya bisa diadaptasi pemerintah menjadi kebijakan untuk menyelesaikan masalah ketimpangan di Indonesia. Menurut JK, pemerintah ingin kebijakan itu memberi pengaruh berupa meningkatnya pendapatan masyarakat secara umum. Namun di sisi lain, pengeluaran mereka justru bisa ditekan.

"Banyak usaha-usaha yang sudah dilakukan. Namun belum cukup walau pun ada hasilnya." (mus)