Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 9 Agustus 2017 | 13:58 WIB
  • UIN Yogya Klaim Mudah Patahkan Argumen Muslim Anti-Pancasila

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Daru Waskita (Yogyakarta)
UIN Yogya Klaim Mudah Patahkan Argumen Muslim Anti-Pancasila
Photo :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi
Massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Demo di Depan Istana Negara

VIVA.co.id - Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta mengklaim memiliki kemampuan menghadapi kelompok-kelompok muslim anti-Pancasila.

Hal itu disampaikan Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof Yudian Wahyudi, dalam forum peluncuran Pusat Pancasila dan Bela Negara di kampus setempat pada Rabu, 9 Agustus 2017.

Menurut Rektor, kelompok-kelompok mayoritas yang anti-Pancasila, termasuk Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), mempelajari dan membaca kitab yang sama dengan yang dipelajari di UIN Sunan Kalijaga. 

"Apa yang mereka jadikan rujukan, juga kami pelajari di sini. Bahkan, banyak yang kami pelajari namun tidak mereka pelajari," katanya.

Dengan kemampuan olah ilmu berdasarkan rujukan yang sama, kata Rektor, UIN Sunan Kalijaga dapat mengetahui ke arah mana mereka akan berpijak selanjutnya. Berbeda jika mereka dihadapkan dengan pakar perguruan tinggi yang tidak berbasis agama Islam.

"Kelompok anti-Pancasila ini berbicara dengan dalil keagamaan, akan dijawab dengan pendapat pakar, tentu saja tidak nyambung," katanya.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Zulkifli Hasan, menyambut baik peluncuran Pusat Pancasila dan Bela Negara itu. Menurutnya, itu yang pertama, semacam pusat studi tentang Pancasila yang didirikan di lingkungan perguruan tinggi Islam.

Zulkifli mengingatkan, sebenarnya yang bermasalah adalah implementasi Pancasila sehingga itu yang harus ditangani.