Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 10 Agustus 2017 | 09:01 WIB
  • Tips Belanja di Tanah Suci Bagi Jemaah Indonesia

  • Oleh
    • Eko Priliawito
Tips Belanja di Tanah Suci Bagi Jemaah Indonesia
Photo :
  • Eko Priliawito
Berbelanja di tko Indonesi di Tanah Suci

VIVA.co.id – Jemaah haji Indonesia terkenal hobi belanja dan saat musim haji banyak jemaah yang memborong oleh-oleh meski baru datang di Tanah Suci. Saat ini sudah banyak toko yang namanya berbahasa Indonesia di sekitar pemondokan.

Karena senang berbelanja, jatah uang saku sebesar 1.500 riyal per jamaah haji – yang seharusnya untuk biaya makan selama di Tanah Suci – justru habis untuk belanja. Karena itu, penting untuk mengatur atau merencanakan pengeluaran selama di sana.

Ini tips bagi jemaah saat berbelanja di Tanah Suci:

1. Buat perencanaan atau daftar barang yang diperlukan dan dibutuhkan. Agar tidak boros dan sesuaikan dengan kondisi keuangan.

2. Jangan memaksa membeli, karena ada barang-barang yang bisa dibeli di Tanah Air dan harganya justru lebih murah.

3. Pilih waktu yang tepat, jangan sampai lupa bahwa tujuan utama di Tanah Suci adalah beribadah. Jangan sampai keinginan berbelanja justru mengganggu waktu ibadah.

3. Pilih pusat perbelanjaan agar dapat harga yang murah, berbelanja di pasar oleh-oleh. Seperti Pasar Zakfariah di Mekah, Pasar Balad dan Bab Mekah di Jeddah, serta Pasar Kurma dan pusat pertokoan di basement Taiba Arac Hotel di Madinah.

4. Bila tidak ingin pergi jauh, berbelanja di penjual oleh-oleh dadakan di dekat hotel yang harganya juga relatif sama. Tapi Anda harus pandai menawar.

5. Siapkan uang riyal sejak di Tanah Air agar tidak kena biaya tambahan bila di menukar di Tanah Suci. Tapi jemaah bisa mengambil di ATM bank setempat dengan menggunakan kartu debit bank Indonesia.

5. Survei di beberapa toko untuk membandingkan harga. Setelah memutuskan barang yang diinginkan, tidak ada salahnya untuk menawar lebih dulu. Apalagi bila membeli dalam jumlah banyak. Cari penjaga yang warga Indonesia.

6. Jemaah harus teliti memilih barang, harus bisa membedakan barang asli dan barang palsu. Contoh tasbih kayu koka. Jangan tergiur dengan harga yang tidak wajar.

7.Penting untuk mengingat batas maksimum barang bawaan. Ini agar barang bawaan tidak melebihi batas maksimum dalam penerbangan pulang. Seorang jemaah hanya dibatasi 32 kg. Jangan sampai ada barang yang terpaksa ditinggalkan karena kelebihan kuota. Jika terpaksa banyak belanja, kirim lebih dulu melalui jasa pengiriman. (ren)