Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 10 Agustus 2017 | 07:53 WIB
  • Para Pejabat Kejaksaan Agung 'Dikerjai' Iklan Karaoke Baru

  • Oleh
    • Ezra Natalyn,
    • Irwandi Arsyad
Para Pejabat Kejaksaan Agung 'Dikerjai' Iklan Karaoke Baru
Photo :
  • VIVAnews/Maryadi
Gedung Kejaksaan Agung.

VIVA.co.id – Kejaksaan Agung membantah telah memasang iklan ucapan selamat atas pembukaan Royal KTV Surabaya, rumah karaoke di GoSkate, Jalan Embong Malang, Kota Surabaya. Iklan itu diterbitkan di sebuah koran nasional berbasis di Surabaya edisi Selasa 8 Agustus 2017.
 
Sejumlah nama petinggi korps Adhyaksa tertulis dalam bingkai iklan ucapan selamat itu. Di antaranya tertulis nama Jaksa Agung Muda Pidana Umum Kejaksaan Agung, Noor Rachmad dan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Muhammad Rum.

Ada juga nama Sekretaris Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Sudung Situmorang, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Maruli Hutagalung dan Kepala Kejati Manado, Mangihut Sinaga. Namun memang tidak tertera logo Kejaksaan dalam iklan penuh warna separuh halaman tersebut.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Muhammad Rum membantah hal itu. Rum menegaskan bahwa ia secara pribadi maupun Kejaksaan Agung tidak pernah memberikan ucapan selamat atas pembukaan tempat karaoke.

"Saya enggak tahu kalau yang dari luar. Tapi kalau dari Kejaksaan Agung, saya tidak pernah meminta atau mengirim ucapan selamat itu," kata Rum di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu 9 Agustus 2017.

Rum mengatakan, ia juga tidak tahu soal keberadaan karaoke itu. Bahkan kata Rum, tak pernah mendengar soal hal itu sama sekali.

"Kapan itu dibuka, di mana tempatnya, siapa yang punya pun saya enggak tahu. Memang ada dari Surabaya udah konfirmasi ke saya. Saya bilang enggak tahu di mana tempatnya di mana. Siapa yang punya saya enggak tahu. Jadi itu di luar pengetahuan saya," ujarnya.

Rum menduga adanya iklan ucapan selamat itu memang punya maksud lain.

"Terserah dialah (yang membuat). Cuma hemat saya mungkin dia bikin itu punya maksud lain, enggak tahu saya. Yang jelas kami Kejaksaan Agung tidak pernah mengirimkan ucapan itu," ujarnya. (ren)