Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 10 Agustus 2017 | 13:49 WIB
  • Pemilik First Travel Ditangkap, Calon Jemaah Terlantar

  • Oleh
    • Siti Ruqoyah,
    • Bayu Nugraha,
    • Zahrul Darmawan (Depok)
Pemilik First Travel Ditangkap, Calon Jemaah Terlantar
Photo :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Kantor Fisrt Travel

VIVA.co.id – Kantor pusat perusahaan agen perjalanan haji dan umrah, First Travel yang berada di Green Tower, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, sudah disegel polisi. Dari keterangan petugas keamanan gedung, kantor yang berada di lantai enam itu disegel sejak Rabu 9 Agustus 2017.

"Dari semalam (disegel)," ujar salah seorang petugas bernama Gunawan, saat ditemui Kamis 10 Agustus 2017.

Akibat penyegelan kantor First Travel, membuat para calon jemaah umrah yang hendak mengurus keperluannya tidak bisa naik ke lantai enam. Para calon jemaah umrah dan konsumen ini pun terpaksa harus menunggu di lobi gedung yang ada di lantai dasar.

Calon jemaah umrah First Travel terlantar di kantor pusat

(Calon jemaah umrah First Travel terlantar di gedung pusat, TB Simatupang, Jakarta Selatan / VIVA.co.id / Bayu Nugraha)

Salah satunya calon jemaah, Parlindungan Tarigan (65) mengatakan, pada awalnya datang untuk mengurus berkas pengajuan refund. "Ternyata, kata satpam sudah disegel," kata Parlindungan yang merupakan warga Depok.

Tak hanya di kantor pusat, di kantor cabang First Travel yang berada di Jalan Radar Auri, Kecamatan Cimanggis Depok juga terlihat kosong.

Pantauan VIVA.co.id, kantor itu tampak kosong seolah tak berpenghuni. Meski tidak ada aktivitas di dalam kantor, namun pintu gerbang dibiarkan terbuka, sedangkan pintu utama yang terbuat dari kaca terkunci dengan cukup rapat.

Pemandangan di dalam ruang kantor tersebut dapat terlihat dengan jelas dari balik sela-sela pintu. Salah satu ruang utama yang biasanya ramai dengan aktivitas nasabah, kali ini terlihat kosong. Kondisi ini jauh berbeda dengan hari sebelumnya, yang sempat ramai dengan aktivitas sejumlah pegawai di dalam kantor tersebut.

Kondisi kantor First Travel di Depok usai bosnya ditangkap

(Suasana kantor cabang Fisrt Travel di kawasan Depok, Jawa Barat yang sepi calon jemaah, VIVA.co.id / Zahrul Darmawan)

“Dari pagi kami di sini, ya kosong begitu, terus nasib kami ini bagaimana,” kata Deden, salah satu korban yang mengaku geram dengan tingkah manajemen First Travel.

Padahal, lanjut Deden, pihaknya telah cukup sabar mengikuti proses refund yang dijanjikan pihak manajemen. Namun, ia tak menyangka jika pemilik travel ternyata telah ditangkap polisi. 

“Ya, saya kecewalah Mas, tidak ada yang bisa ditemui. Padahal, saya sudah kembalikan semua koper dan berkas-berkas,” keluhnya dengan nada lemas.

Rencananya, Deden dan keluarga besarnya yang berjumlah 18 orang itu dijanjikan bakal menunaikan ibadah umrah pada Mei. Namun nyatanya, sampai dengan hari ini, pihaknya belum mendapat kejelasan apapun.

“Bayangkan saja, satu orang kami telah membayar Rp14,300.000. Nah, silahkan kalikan saja dengan 18 orang,” kata dia. (asp)