Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 10 Agustus 2017 | 14:19 WIB
  • Banyak Jemaah RI Kaget Jasa Kursi Roda Hingga Rp3,4 Juta

  • Oleh
    • Dedy Priatmojo,
    • Eko Priliawito
Banyak Jemaah RI Kaget Jasa Kursi Roda Hingga Rp3,4 Juta
Photo :
  • VIVA/Eko Priliawito
Jemaah haji yang menggunakan kursi roda

VIVA.co.id – Terbatasnya pengetahuan mengenai informasi tarif jasa dorong kursi roda membuat calon jemaah haji, khususnya yang sudah lanjut usia, pasrah saja saat dipatok harga tinggi untuk mendapatkan jasa pendorong untuk tawaf dan sai.

Pengetahuan terbatas ini membuat jemaah mempercayakan saja kepada oknum ketua rombongan dan juga oknum kelompok bimbingan ibadah haji. Banyak jemaah yang sudah membayar hingga 1.000 Riyal sejak di Tanah Air. Jika dikonversi ke rupiah dengan kurs 1 riyal saat ini Rp3.490, maka jemaah harus mengeluarkan uang Rp3.490.000. Tapi ada juga jemaah yang baru membayar setelah tiba di Madinah dan Mekah.

Seperti diceritakan M Darudji, jemaah dari kloter 11 embarkasi Solo, Jawa Tengah. Menurut dia, ada enam jemaah lansia yang memiliki risiko tinggi, harus mengeluarkan uang hingga 1.000 Riyal untuk mendapatkan jasa dorong kursi roda ini.

"Dari regu saya ada enam orang. Kalau regu lain tidak tahu, kemarin sudah dikoordinir, saya saja tidak tidak tahu apalagi mereka yang sudah tua-tua ini. Kita kan niat ibadah, saja," katanya saat ditemui di Mekah pada Kamis, 10 Agustus 2017.

Darudji mengakui, bahwa jemaah-jemaah yang sudah lanjut usia ini mempercayakan kepada KBIH agar mendapat layanan kursi dorong. Mengenai siapa yang akan mendorong, mereka tidak mengetahuinya. Bahkan terkait harga resmi yang hanya 250 Riyal saat musim haji, mereka sama sekali tidak tahu.

"Koordinir KBIH, mulai di Madinah, tarifnya 1.000 Riyal, komplet dari tawaf sampai sai. Kebanyakan sudah bayar waktu mereka di Madinah," katanya.

Menurut Darujdi, tidak ada paksaan mengenai harga. Sejak di Tanah sampai di Madinah, banyak yang telah menyampaikan informasi bahwa untuk jemaah yang sudah lanjut usia baiknya menggunakan kursi roda.

"Memang tidak memaksa dan mengharuskan. Mereka selalu mengimbau, baiknya gunakan kursi roda. Mau mulai dari Madinah tidak masalah, nanti di Mekah juga tidak masalah," katanya.

Terkait dengan masalah ini, Kepala Daerah Kerja Mekah, Nasrullah Jasam mengatakan, baiknya jemaah berkoordinasi tengan petugas, khusus kepala sektor yang ada di pemondokan. Minta petugas membantu mencarikan solusi terkait permasalahan yang dihadapi jemaah.

"Memang baiknya menggunakan jasa resmi yang telah dipersiapkan pemerintah Arab Saudi. Jangan sampai jemaah menggunakan jasa ilegal yang berpotensi ditinggal padahal sainya belum selesai," kata Nasrullah.

Sementara itu, Kasir Linjam di Daker Mekah, Letkol Rijal Kani menambahkan, penertiban terhadap oknum mukimin yang menawarkan jasa dorong kursi roda di pemondokan jemaah terus dilakukan. Ini guna memastikan jemaah mendapat kenyamanan dan keamanan selama berada di Mekah.

Sejauh ini, sudah ada 35 oknum mukimin yang ditertibakan karena masuk wilayah pemondokan jemaah. Pendaataan telah dilakukan terhadap mereka yang terjaring.

"Sudah banyak yang kita tangkap, dari sektor 2, 5, 6 dan 8. Mereka ini mukimin yang menawarkan jasa dorong kursi roda. Sudah kita data semua, yang memiliki surat resmi (iqomah) kita beri peringatan dan tidak berizin akan kita serahkan kepada pihak keamanan di Arab Saudi," ujarnya.