Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 10 Agustus 2017 | 15:23 WIB
  • Penyelundup Satu Ton Sabu Makan Rendang saat Rekonstruksi

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Yandi Deslatama (Serang)
Penyelundup Satu Ton Sabu Makan Rendang saat Rekonstruksi
Photo :
  • VIVA.co.id/Yandi Deslatama
Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi upaya penyelundupan satu ton sabu-sabu asal Taiwan di kawasan pantai Anyer, Kabupaten Serang, Banten, pada Kamis, 10 Agustus 2017.

VIVA.co.id - Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya menggelar rekonstruksi upaya penyelundupan satu ton sabu-sabu asal Taiwan di kawasan pantai Anyer, Kabupaten Serang, Banten, pada Kamis, 10 Agustus 2017.

Empat dari total tujuh kawanan penyelundup dihadirkan untuk memeragakan tahap demi tahap sebelum mereka memutuskan mengirim sabu-sabu senilai Rp1,5 triliun itu dengan kapal dan berlabuh di Pantai Anyer.

Polisi menyediakan makanan untuk empat warga Taiwan itu, tetapi bukan makanan pokok mereka di negaranya. Aparat hanya menyediakan nasi dengan lauk masakan Padang, rendang, lengkap dengan sambal hijaunya.

Awalnya, mereka tampak kikuk makan dengan tangan langsung kala disilakan makan saat istirahat proses rekonstruksi. Akhirnya mereka dibantu petugas untuk melanjutkan makan menggunakan sendok plastik.

Survei hotel

Para warga Taiwan itu memeragakan 26 adegan. Satu yang cukup mencolok ialah ketika mereka mensurvei dua hotel yang akan dijadikan markas sementara mereka selama operasi penyelundupan. Mereka mensurvei hotel Putri Duyung dan Alice.

Penyelundup Satu Ton Sabu Makan Rendang saat Rekonstruksi

FOTO: Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi upaya penyelundupan satu ton sabu-sabu asal Taiwan di kawasan pantai Anyer, Kabupaten Serang, Banten, pada Kamis, 10 Agustus 2017. (VIVA.co.id/Yandi Deslatama)

"Rekontruksi ini kita jelaskan dari mulai cek lokasi, survei, dia kirim koordinat, ada beberapa kali dia datang ke sini, sampai nanti pengiriman dari kapal karet ke penerima di darat," kata AKBP Bambang Yudantara, Kepalada Sub Direktorat III Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, saat ditemui di lokasi rekonstruksi.

Dalam berita acara pemeriksaan dan rekonstruksi, terungkap para pelaku telah tiga kali mensurvei dermaga eks Hotel Mandalika sebelum mendapatkan persetujuan dari bandar besarnya di Taiwan. "Dua-tiga kali mereka datang ke dermaga eks hotel Mandalika. Selebihnya mereka aktivitas di Jakarta," kata Bambang.