Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 11 Agustus 2017 | 00:12 WIB
  • 'Anak Saya Kerap Diejek karena Kencingnya Jongkok'

  • Oleh
    • Harry Siswoyo,
    • Aji YK Putra (Palembang)
'Anak Saya Kerap Diejek karena Kencingnya Jongkok'
Photo :
  • VIVA.co.id/Aji YK
Desen (9), bocah asal Sumatera Selatan yang memiliki alat kelamin ganda, Kamis (10/8/2017)

VIVA.co.id – Desen, bocah sembilan tahun asal Desa Simpang Pancur Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan, kerap menangis setiap pulang dari sekolah.

Perkaranya, siswa sekolah dasar ini kerap diolok-olok teman sepermainannya. "Kok cowok kencingnya jongkok. Jadi kadang pulang sekolah menangis," ujar Herlidi (35), ayah kandung Desen, Kamis, 10 Agustus 2017.

Sembilan tahun lalu, saat kelahiran Desen, kedua orang tuanya melihat memang ada kelainan terhadap alat kelamin anak mereka. Kondisinya begitu berbeda, sebab terdapat dua, yakni penis dan vagina.

Karena takut ini akan menjadi aib, akhirnya Herlidi dan istrinya Buntalia (27), sepakat untuk merahasiakan hal itu.

Namun ibarat pepatah, sepintar-pintarnya bangkai ditutupi, baunya tetap tercium juga. Kondisi berbeda Desen pun ketahuan juga dengan keluarga.

"Waktu Desen mau buang air kecil jongkok itulah ketahuan. Kami sebenarnya malu mau ngomong pas lahir. Mau operasi tak ada uang," kenang Herliadi.

Sejak itu, kabar pun meluas hingga ke kampung. Alhasil seluruh orang di kampung pun mengetahui jika Desen rupanya berkelamin ganda.

Desen (9), bocah berkelamin ganda asal Sumatera Selatan bersama ayahnya Herlidi (37), Kamis (10/8/2017)

Bocah ini pun akhirnya kerap diolok-olok. Termasuk di lingkungan sekolahnya. Desen pun terus didera olok-olok oleh rekan sepermainannya.

"Cuma saya bilangi saja, nanti kalau disunat tidak jongkok lagi kencingnya. Anak saya cuma tahu begitu," ujar Herliadi.

Namun seiring beranjaknya usai Desen. Olok-olok itu cukup membuat keluarga Desen kelimpungan. Karena itulah akhirnya, Herliadi nekat mencari cara mengumpulkan sumbangan untuk operasi anaknya.

Beruntung, saat ini Dinas Kesehatan Kota Palembang merespons kondisi itu. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai buruh tani ini pun merasa bersyukur.

Meski belum jelas bisa dioperasi atau tidak, setidaknya kini Desen telah menjalani pemeriksaan awal di Rumah Sakit Siloam Palembang.

Sementara itu, Desen, bocah berambut pendek ini tetap terlihat aktif. Perawakannya seperti anak laki-laki umumnya. Aku ni lanang kak ( saya ini pria)" kata Desen.

Kini, Desen dan ayahnya berharap agar keinginan Desen bisa terwujud. Mereka berharap agar rumah sakit bisa menjalankan operasi untuk kelainan yang diidap Desen. (ren)