Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 11 Agustus 2017 | 00:09 WIB
  • Nasib Warga di Perbatasan, Beli Beras Terpaksa ke Malaysia

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Syaefullah
Nasib Warga di Perbatasan, Beli Beras Terpaksa ke Malaysia
Photo :
  • VIVA.co.id/Moh. Nadlir
Pos perbatasan Indonesia-Malaysia di Long Nawang, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

VIVA.co.id – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengungkapkan banyak warga Indonesia yang hidup di dekat perbatasan terpaksa membeli barang kebutuhan hidup, seperti beras dan minyak, dari negara tetangga, salah satunya Malaysia.

Menurut Tjahjo, nasib tak baik itu disebabkan kurangnya sarana dan prasarana pendukung kehidupan masyarakat Indonesia di perbatasan negara.

"Volume perdagangan kita belum optimal, lebih banyak penduduk Indonesia membeli barang-barang di negara sebelah," kata Tjahjo di kantornya, Kamis 10 Agustus 2017.

Menurut Tjahjo, wilayah perbatasan masih banyak mengalami kekurangan seperti halnya fasilitas sarana dan prasarana umum rumah sakit bagi warga yang tinggal di perbatasan.

"Sekarang membenahi lewat Kementerian Kesehatan. Puskesmasnya ditingkatkan, ada rawat inapnya, kabupatennya dibuat rumah sakit," katanya.

Selain itu, wilayah perbatasan Indonesia masih mudah ditembus para penyelundup berbagai barang ilegal, termasuk narkoba.

Sejauh ini pemerintah di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo sudah membangun berbagai fasilitas untuk menangani permasalah tersebut. Tapi, tetap saja masih banyak jalur gelap yang dipakai penyelundup untuk menerobos perbatasan.

"Itu kan gerbangnya saja. Di Kepulauan Riau jalur tikus tidak bisa terdeketsi, mulai penyelundupan rokok dan
narkoba," kata Tjahjo. (ren)