Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 11 Agustus 2017 | 07:52 WIB
  • Katering Haji Siapkan Sajian Dimasak Kayu Bakar bagi Jemaah

  • Oleh
    • Ezra Natalyn,
    • Eko Priliawito
Katering Haji Siapkan Sajian Dimasak Kayu Bakar bagi Jemaah
Photo :
  • Eko Priliawito
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Sri Ilham Lubis

VIVA.co.id – Perusahaan katering Tasneem memastikan telah siap memberikan pelayanan katering saat Arafah, Muzdalifa dan Mina. Nantinya, perusahaan ini akan memasak makanan langsung di Arafah.

Mereka akan mulai memasukkan alat-alat masak ke Arafah pada 1 Dzulhija. Selama pelaksanaan Armina, perusahaan katering ini akan memberikan pelayanan 15 kali makan dan satu kali snack berat. 

Perusahaan ketering Tasneem mendapatkan tugas untuk melayani jemaah yang ada di tiga maktab yaitu maktab 53, 54 dan 55. Layanan katering bagi jemaah akan dimulai pada 8 Dzulhijah sore hingga tanggal 13 Dzulhijah sore hari. 

Saat mengunjungi gudang kebutuhan pokok perusahaan katering Tasneem, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis menyampaikan, jemaah akan mendapat jatah makan dan snack berat yang akan dibawa jemaah haji Muzdalifah. 

Seluruh bahan baku maupun snack bagi jemaah telah siap dan dipantau sudah sesuai dengan kontrak yang sudah disepakati sebelumnya.

"Bagi yang suka manis ada kecap, bagi yang suka sambal disediakan saus sambal sebanyak 15 sachet. Juga ada kurma dan air," kata Sri kepada tim Media Center Haji (MCH), Kamis, 10 Agustus 2017.

Sementara itu pemilik katering Tasneem, Husni Al Mahdali mengatakan, perusahaannya akan memberi pelayanan bagi 8.850 jemaah. Akan ada 180 pekerja yang akan memasak di Arafah untuk memenuhi kebutuhan makan jemaah.

"Satu maktab ada 15 orang untuk pelayanan, 16 orang di dapur dengan pelayanan 18 orang, di dapur  ada 16 setiap dapur ada enam juru masak yang berasal dari Nusa Tenggara Barat," kata Husni.
 
Selama ini, mereka  memasak dengan menggunakan kayu bakar. Pihaknya juga sudah mengikuti aturan seperti yang dibuat oleh pemadam kebakaran untuk menghindarkan potensi kecelakaan akibat api.