Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 11 Agustus 2017 | 18:21 WIB
  • Istri Cantik Kepala Desa Dibunuh Oknum TNI yang Mengawalnya

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Nur Faishal (Surabaya)
Istri Cantik Kepala Desa Dibunuh Oknum TNI yang Mengawalnya
Photo :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal
Barang bukti kasus pembunuhan istri cantik kepala desa di Gresik dibeber di Markas Polda Jatim, Surabaya, pada Jumat, 11 Agustus 2017.

VIVA.co.id - Kopral Dua Tri S alias Y, tersangka pembunuh Luluk Diana (38 tahun), istri Kepala Desa Sidojangkung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, ternyata saling mengenal. Saat kejadian, korban meminta bantuan kawalan untuk mengambil uang Rp150 juta di bank.

"Berdasarkan pemeriksaan, korban minta bantuan kepada pelaku agar dikawal saat mengambil uang di bank. Korban dan pelaku saling kenal. Teman sekolah," kata Wakil Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, Ajun Komisaris Besar Polisi Teguh Suswandi, di Markas Polda Jatim, Surabaya, pada Jumat, 11 Agustus 2017.Foto Luluk Diana semasa hidup. Dia istri seorang kepala desa di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Foto Luluk Diana semasa hidup, korban pembunuhan dengan tersangka oknum tentara Kopral Dua Tri S di Mojokerto.

Korban pamit kepada keluarga untuk mengambil uang di bank Rp150 juta pada Selasa pagi, 8 Agustus 2017. Korban mengambil uang di sebuah bank cabang Mojokerto. Siangnya, jasad wanita berparas cantik itu ditemukan di kawasan Hutan Watu Blorok, Kabupaten Mojokerto. Korban tewas dengan luka tembak di bagian kepala.

Teguh menjelaskan, motif tersangka ialah ingin menguasai uang milik korban. Setelah membuang jasad korban, tersangka membawa uang ratusan juta yang baru diambil dari bank. "Uang tersebut dibelikan mobil Honda Jazz oleh tersangka di Gresik," ujarnya.

Sejumlah barang bukti disita petugas Polda Jatim dan Polisi Militer Angkatan Laut dari tangan tersangka Kopda TS. Di antaranya ialah KTA TNI atas nama tersangka; sepucuk senjata api rakitan jenis FN warna hitam; 126 butir amunisi, yakni 91 butir amunisi hampa kaliber, 30 butir amunisi kaliber; dan uang tunai Rp133 juta.

Ada pula baju dan celana yang dipakai tersangka TS saat menembak kepala korban; telepon genggam milik tersangka; dan satu unit mobil Honda Jazz warna metalik yang dibeli tersangka dari uang korban. "Senjata dan amunisi diperoleh tersangka dari daerah operasi Aceh," kata Teguh.

Tersangka TS ditangkap di sebuah rumah keluarganya di Ngantang, Kota Batu, Jawa Timur, pada Jumat pagi tadi. Berdasarkan video yang menyebar dan dibenarkan polisi, proses penangkapan tersangka berlangsung alot. Tersangka berusaha kabur. "Tersangka ditangani Pomal," ujar Teguh. (ase)