Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 12 Agustus 2017 | 07:51 WIB
  • Pamen TNI AU Bertengkar, Satu Orang Dikunci di Ruangan

  • Oleh
    • Endah Lismartini
Pamen TNI AU Bertengkar, Satu Orang Dikunci di Ruangan
Photo :
  • Istimewa
Penggalan video rekaman perkelahian dua Pamen TNI AU di Halim Perdana Kusuma.

VIVA.co.id – Sebuah rekaman video yang memperlihatkan adegan keributan dua perwira menengah, atau Pamen TNI AU beredar. Dalam rekaman itu terlihat, darah segar mengucur dari wajah salah seorang Pamen TNI AU.

Dalam video yang berdurasi hanya sekitar satu menit itu terlihat seorang Pamen, belakangan diketahui sebagai Ses Lembaga Kesehatan Gigi dan Mulut (Lakesgilut) Letnan Kolonel drg. Siswanto dan seorang rekannya tengah memegangi gagang pintu. drg.Siswanto dengan wajah bersimbah darah ditemani seorang rekannya terus memegangi gagang pintu.

Di dalam ruangan yang berusaha mereka kunci itu terdengar suara seseorang berteriak-teriak. Pamen TNI yang berada di dalam ruangan itu adalah Kolonel lek Andi Herwanto. Kericuhan kedua Pamen TNI ini dikabarkan terjadi pada Jumat siang, sekitar pukul 14.30 di kantor Lakesgilut Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Sempat beredar kabar, drg. Siswanto dipukul hingga hidungnya mengeluarkan darah.

Menurut  Kadispen TNI AU, Marsekal Pertama TNI Jemi Trisonjaya, keributan yang terjadi antara dua Pamen TNI AU itu adalah kesalahpahaman. "Kejadian bermula dari adanya kegiatan rutin di lingkungan Lakesgilut oleh Ses Lakesgilut Letkol kes drg. Siswanto berupa pengarahan dan teguran terhadap bawahannya. Salah seorang yang mendapat teguran adalah drg. Lini, yang juga istri Kolonel lek Andi Herwanto," ujar Jemi kepada VIVA.co.id yang menghubunginya pada Sabtu pagi, 12 Agustus 2017.

Menurut Jemi, Andi Herwanto, kemudian mendatangi drg. Siswanto untuk mengonfirmasi tentang arahan yang disampaikan ke istrinya. Pertemuan yang awalnya hanya diskusi, namun terjadi salah paham, sehingga keduanya bersitegang. "Saat itu, secara tak sengaja hidung Letkol kes drg.Siswanto terbentur kepala Kolonel lek Andi Herwanto, sehingga berdarah," ujar Jemi.

Ia juga memastikan, bahwa berita yang beredar tentang terjadinya pemukulan adalah tidak benar.

Karena tak ingin kesalahpahaman terus berlanjut, Jemi menambahkan, maka Letkol kes drg. Siswanto segera keluar ruangan dan mengunci Kolonel lek Andi Herwanto di dalam ruangan kerjanya. Tujuannya, untuk menurunkan emosi kedua pihak, agar ketegangan tidak semakin tinggi.

Jemi memastikan, ketegangan antara kedua Pamen TNI AU itu saat ini sudah reda dan kedua pihak sudah didamaikan oleh Pomau Lanud Halim dan keduanya juga sudah saling memaafkan. (asp)