Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 13 Agustus 2017 | 12:08 WIB
  • Gempa 6,6 SR di Bengkulu, Warga Sempat Panik dan Berhamburan

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Andri Mardiansyah (Padang)
Gempa 6,6 SR di Bengkulu, Warga Sempat Panik dan Berhamburan
Photo :
  • Antara/ Rudi Mulya
Ilustrasi/Seismograf merekam getaran gempa.

VIVA.co.id – Gempa Bumi berkekuatan 6,6 Skala Richter (SR) dengan kedalaman 10 kilometer berada di 3,75 Lintang Selatan dan 101,56 Bujur Timur mengguncang Provinsi Bengkulu, Minggu, 13 Agustus 2017 sekira pukul 10.08 WIB.

Walau tidak berpotensi tsunami, namun getaran Gempa Bumi 6,6 SR tersebut dirasa cukup kuat di Kota Padang dan sejumlah wilayah lain yang ada di Sumatera Barat. Bahkan, sebagian besar warga kota Padang, sempat panik dan keluar dari rumah.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Padang Panjang, Rahmat Triyono mengatakan, berdasarkan data pantauan, untuk getaran di wilayah Sumatera Barat terdiri dari guncangan dengan skala intensitas II-III MMI untuk di Kota Padang, I-II MMI untuk Padang Panjang, I-II MMI untuk Bukittinggi, II-III MMI, Pariaman, II-III MMI, Tua Pejat Mentawai, II-III MMI, Pesisir Selatan, I-II MMI, Payakumbuh, I-II MMI Solok, dan I-II MMI untuk wilayah Solok Selatan.

"Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Namun demikian, kita berharap masyarakat Sumbar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan,” ujarnya dalam pernyataan resminya.

Rahmat menambahkan, dari hasil analisis BMKG, ditinjau dari kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona Benioff di bawah cekungan busur muka (fore arc basin), Samudera Hindia sebelah barat Sumatra.

Konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempa bumi yang sangat aktif di wilayah Sumatera. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu oleh penyesaran naik (thrust fault).

Hingga pukul 10.51 WIB, Hasil monitoring BMKG menunjukkan sudah terjadi aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) sebanyak 1 kali.  

Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa di Sumatera Barat, akibat dampak gempa 6,6 SR Provinsi Bengkulu tersebut. (mus)