Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 13 Agustus 2017 | 16:18 WIB
  • 8 Koper Calon Haji di Jatim Berisi Berbungkus-bungkus Rokok

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Nur Faishal (Surabaya)
8 Koper Calon Haji di Jatim Berisi Berbungkus-bungkus Rokok
Photo :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal
Petugas membongkar koper milik calon haji yang isinya rokok di Asrama Haji Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu, 13 Agustus 2017.

VIVA.co.id - Imbauan agar tidak membawa barang berlebihan masih diabaikan sejumlah calon haji. Di Asrama Haji Surabaya, Jawa Timur, misalnya. Isi koper milik delapan calon haji asal Probolinggo disita petugas. Isinya bukan baju atau perlengkapan haji, tapi berbungkus-bungkus rokok.

Delapan calon haji yang barang bawaannya diperiksa intensif petugas itu tergabung dalam Kelompok Terbang 51 dan tiba di Asrama Haji Surabaya pada Minggu siang, 13 Agustus 2017. Begitu tiba, mereka langsung menjalani pemeriksaan kesehatan dan dokumen di Hall Mina.

Barang-barang bawaan mereka tidak luput dari pemeriksaan petugas bea cukai di asrama haji. Delapan koper terpindai mesin X-Ray berisi barang-barang mencurigakan. Koper dipisahkan, sang pemilik dipanggil. Koper pun dibongkar oleh petugas.

Begitu dibongkar, isinya cukup mencengangkan. Masing-masing koper berisi penuh rokok. Hanya beberapa barang lain ditemukan dalam jumlah sedikit, seperti baju dan sandal. Ada juga satu koper yang berisi obat-obatan dalam jumlah lebih, termasuk obat kuat.

Jemaah pemilik barang sepertinya berupaya menyembunyikan rokok yang mereka bawa. Pengamatan VIVA.co.id di lokasi pemeriksaan, berbungkus-bungkus rokok yang mereka bawa ditata serapi mungkin lalu dibungkus dengan kartus tebal dan dilapisi kertas koran.

Bungkusan itu direkat dengan solasi, lalu ditaruh di dalam koper. Ada juga yang bermodus lain. Rokok berbungkus-bungkus ditata satu per satu satu hingga membentuk formasi segi empat selebar keramik kecil. Rokok itu lalu dibungkus kertas karton putih rekat-rekat. 

Rokok itu lalu diselipkan di dasar koper, kemudian ditutupi  barang lain seperti baju dan sandal. Bahkan ada yang terang-terangan. Sekoper penuh milik jemaah berisi kotak-kotak koran yang di dalamnya tersembunyi berbungkus-bungkus rokok.

Abidin, calon haji yang kopernya dibongkar, mengaku berpuluh bungkus rokok itu akan dipakai sendiri. Tetapi petugas tidak percaya karena jumlah rokok terlalu banyak untuk disedot seorang diri. "Dijual ke mana di sana, saya ini merokok," katanya.

Setelah dihitung, petugas memasukkan kembali rokok ke dalam koper sesuai jumlah yang dibolehkan, yakni dua slop. Sisanya disita. “Setiap manasik haji kami menyampaikan agar tidak membawa rokok atau barang berlebihan. Tapi bagaimana lagi seperti ini," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Probolinggo, Santoso.