Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 13 Agustus 2017 | 16:50 WIB
  • Rokok Sekopernya Disita, Calon Haji: Sabar Disayang Allah

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Nur Faishal (Surabaya)
Rokok Sekopernya Disita, Calon Haji: Sabar Disayang Allah
Photo :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal
Koper calon haji berisi rokok dibongkar petugas di Asrama Haji Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu, 13 Agustus 2017.

VIVA.co.id - Rokok dalam jumlah banyak ditemukan petugas Bea Cukai di Asrama Haji Surabaya dalam koper milik delapan jemaah calon haji asal Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Minggu, 13 Agustus 2017.

Berkoper-koper rokok itu milik delapan jemaah calon haji Kelompok Terbang 51 asal Kepulauan Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Total delapan bal atau 800 bungkus rokok disita petugas. Selain itu, ada juga obat-obatan semacam obat vitalitas pria yang disita petugas dari dalam koper.

Macam-macam ekspresi ditunjukkan calon haji yang rokoknya disita petugas. Ada yang kesal setengah marah kala petugas memasukkan kembali dua slop rokok ke dalam koper, sesuai jumlah yang dibolehkan dibawa oleh bea cukai. 

"Saya merokok sendiri, kok. Ini kurang satu bungkus lagi, masukkan juga, Pak," kata salah satu calon haji, Abidin, menanggapi pertanyaan petugas yang curiga rokok berpuluh-puluh bungkus itu akan dijual kepada kenalannya yang bekerja di Arab Saudi.

Ada juga yang pasrah, kendati raut kesal tampak terlihat di wajah. "Saya sama yayasan (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) dikasih tahu hanya boleh bawa barang paling banyak 30 kilogram, tidak boleh lebih. Saya bawa seberat itu. Tapi rokok-rokok diambil semua," ujar Muradin bin Arbani. Dia adalah pemilik koper yang isinya rokok semua.

Dia ogah menjawab apakah saat manasik haji diberitahu barang apa saja yang boleh dibawa dan jumlahnya berapa. "Tidak ada. Hanya dikasih tahu paling banyak 30 kilogram. Tapi enggak apa-apa, ini kan haji. Innallaaha ma'ash shoobiriin (Allah sayangi penyabar)," ujarnya dengan logat Madura. Semua yang melihat tersenyum.

Kepala Seksi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Probolinggo, Mulyadi, menunjukkan sikap kesal mengetahui calon haji rombongannya membawa rokok dalam jumlah berlebihan. "Sampeyan sudah diberitahu berkali-kali. Ini malu-maluin saya," katanya kepada calon haji pemilik rokok di lokasi pemeriksaan barang.

Kepala Kantor Kemenag Probolinggo, Santoso, menduga rokok dalam jumlah banyak itu adalah barang titipan tetangga yang diamanatkan agar disampaikan kepada keluarga yang bekerja atau menetap di Arab Saudi. "Kami masih akan mendalami soal itu. Biasanya barang titipan," ujarnya.

Santoso mengaku petugasnya telah berkali-kali memberikan arahan kepada calon haji Probolinggo agar tidak membawa barang dalam jumlah berlebihan. "Sembilan kali manasik haji, kami selalu menyampaikan agar tidak membawa barang banyak. Tapi bagaimana lagi masih ada yang tidak memperhatikan," katanya.