Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 13 Agustus 2017 | 17:39 WIB
  • Kehabisan BBM, Pesawat KONI Mendarat Darurat di Sawah

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Nur Faishal (Surabaya)
Kehabisan BBM, Pesawat KONI Mendarat Darurat di Sawah
Photo :
  • Dokumentasi Polda Jatim
Pesawat milik Komite Olahraga Nasional Indonesia DKI Jakarta mendarat darurat di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Minggu siang, 13 Agustus 2017.

VIVA.co.id - Pesawat milik Komite Olahraga Nasional Indonesia DKI Jakarta dilaporkan mendarat darurat di kawasan persawahan Desa Carangrejo, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Minggu siang, 13 Agustus 2017. Pesawat jenis Aviat Husky itu diduga kehabisan bahan bakar.

Informasi awal dari Kepolisian menyebutkan, pesawat nahas itu membawa dua penumpang, yakni pilot pensiunan TNI Angkatan Udara bernama bernama Sukandar (73 tahun), warga Bekasi, dan kopilot Joko Hardono (69), pensiunan Duta Besar RI asal Jakarta.

Kehabisan BBM, Pesawat KONI Mendarat Darurat di Sawah

FOTO: Pesawat milik Komite Olahraga Nasional Indonesia DKI Jakarta mendarat darurat di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Minggu siang, 13 Agustus 2017. (Foto: Dokumentasi Polda Jatim)

Pesawat itu lepas landas dari lapangan terbang Pondok Cabe, Jakarta Selatan, pada Minggu pagi, sekira pukul 07.00 WIB menuju Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Sesampai di langit Pacitan, pesawat batal mendarat karena cuaca buruk dan awan tebal menyelimuti langit Pacitan.

Sang pilot lalu memutuskan mengubah tujuan menuju Solo, Jawa Tengah, untuk mengisi bahan bakar Avgas. Sekira pukul 12.30 WIB, pesawat mengudara di langit Kabupaten Ponorogo. Nah, saat itulah lampu indikator bahan bakar menyala, menandakan bahan bakar menipis.

Dirasa bahan bakar tidak akan cukup dibawa terbang hingga Solo, pilot dan kopilot memutuskan mendarat darurat di kawasan persawahan di Desa Carangrejo, Kecamatan Sampung. Beruntung, pendaratan berjalan sempurna. "Tidak ada korban jiwa," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera.