Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 13 Agustus 2017 | 17:47 WIB
  • Kuatnya Pohon Soekarno, Tempat Berteduh Jemaah di Arafah

  • Oleh
    • Ezra Natalyn,
    • Eko Priliawito
Kuatnya Pohon Soekarno, Tempat Berteduh Jemaah di Arafah
Photo :
  • VIVA.co.id/Eko Priliawito
Pohon Soekarno di Padang Arafah

VIVA.co.id – Padang Arafah di Mekah yang setiap musim haji menjadi lokasi berkumpulnya jutaan umat muslim dari seluruh dunia saat wukuf  merupakan wilayah dengan suhu udara yang sangat panas. Suhu udara di Arafah bisa mencapai 50 derajat saat musim haji pada siang harinya.

Namun di Padang Arafah yang memiliki total luas 5,5 x 3,5 Kilometer per segi itu, terdapat rimbunan pohon yang sering kali dijadikan tempat berteduh oleh jemaah. Pohon itu dinamakan pohon Soekarno atau pohon mindi.

Cerita tentang keberadaan pohon Soekarno ini diawali ketika Presiden Soekarno menunaikan ibadah haji pada tahun 1960-an.

Pada saat itu, Soekarno memberi saran agar di dataran Arafah bisa dibuat semacam rimbunan. Oleh karena itu, Bapak Proklamator Indonesia itu kemudian mengajukan usulan kepada Raja Arab Saudi Saud bin Abdulaziz al Salad untuk menanami pohon yang rindang yakni jenis pohon yang kuat hidup di cuaca yang sangat panas.

Setelah Presiden Soekarno kembali dari Arab Saudi, dia kemudian memerintahkan Ali Sadikin membawa bibit pohon mindi untuk ditanam di sana. Ikut juga pada saat itu ahli tanaman dari Indonesia. Akhirnya pohon mindi ditanam di lahan seluas 1.250 hektare di Arafah dengan menggunakan tanah subur dari Indonesia dan Thailand.

Penanaman ribuan pohon itu ternyata membawa dampak positif bagi penduduk setempat. Dampak ini juga dirasakan oleh jemaah haji yang sedang melakukan ibadah di sekitar Arafah. 

Menurut Syamsul, mukimim yang telah tinggal di Arab Saudi selama 15 tahun, saat musim haji, banyak jemaah yang berlindung di pohon Soekarno untuk berteduh dari sinar matahari yang menyengat.

"Kata orang Arab ini disebut pohon Soekarno karena yang punya ide pertama Bapak Soekarno karena itu dinamakan pohon Soekarno," kata Syamsul kepada tim Media Center Haji (MCH) di Arab Saudi.

Pohon Soekarno merupakan pohon bercabang banyak dengan batang silindris yang tidak berbanir serta berwarna cokelat tua. Pohon ini dapat tumbuh di daerah beriklim tropis maupun subtropis. Di Indonesia, pohon ini banyak ditanam di Pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Papua, Jawa Timur dan Pulau Madura.

Menurut Syamsul, di Madura, pohon ini cukup banyak ditemui dan biasa dikenal dengan pohon mimba. Saat musim panas, pohon ini akan rindang dan saat musim hujan akan rontok daunnya. Sama dengan yang ada di Arafah. Namun di Arab, pohon ini perlu banyak disirami karena cuacanya sangat panas.

"Di Madura, pohon ini dijadikan obat untuk mengurangi kencing manis dan darah tinggi. Pohon di sini perlu disiram karena kalau tidak bisa mati karena terlalu panas," katanya.

Pohon tersebut tidak hanya ada di Arafah namun sudah ada merata di Arab Saudi seperti di Riyadh, Jeddah dan Madinah. Kata Syamsul, dalam 2 tahun, tinggi pohon ini bisa mencapai 4 hingga 5 Meter.

"Pertamanya memang dari Arafah tapi semua daerah Saudi sudah mengambil pohon ini," ujarnya.

Pohon Soekarno menjadi salah satu bukti keakraban persaudaraan yang terjalin antara Indonesia dan Arab Saudi. Terbukti, penyebutan pohon ini tetap dipertahankan sebagai pohon Soekarno.