Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 13 Agustus 2017 | 18:13 WIB
  • Jokowi Targetkan Bangun 107 Rusun untuk Santri di Indonesia

  • Oleh
    • Ezra Natalyn,
    • Syaefullah
Jokowi Targetkan Bangun 107 Rusun untuk Santri di Indonesia
Photo :
  • ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Melihat Santri Musiman Mengaji Kitab Kuning

VIVA.co.id – Presiden Joko Widodo mencanangkan satu juta rumah bukan hanya untuk masyarakat berpenghasilan rendah, pekerja, prajurit TNI, Polri dan mahasiswa. Namun juga bagi para santri yang tersebar di pesantren-pesantren di Tanah Air pada 29 April 2015.

"Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan pembangunan 107 rumah susun pondok pesantren dalam rentang waktu 2015-2018. Jumlah unitnya 3.040 dan anggarannya mencapai Rp946,1 miliar," kata Presiden Joko Widodo sebagaimana dikutip dari laman Facebook resmi Presiden, Sabtu, 12 Agustus 2017.

Menurut Jokowi, beberapa rusun yang selesai dibangun antara lain Rusun Pondok Pesantren Ulum di Semarang, Jawa Tengah, Rusun Ponpes Al Hidayah di Banyumas, Jawa Tengah, Rusun Ponpes di Dusun Maros di Sulawesi Selatan dan Rusun Ponpes Ponpes Darul Hikmah Tulungagung, Jawa Timur.

"Yang dibangun tahun ini adalah Rusun Santri Pondok Pesantren Mustofhawiyah Purba Baru di Mandailing Natal, Sumatera Utara. Saya Sendiri memulai pembangunan rusun ini pada bulan Maret lalu," katanya.

Selain itu, akan dibangun juga antara lain di Pidie Jaya, Mandailing Natal, Padang Pariaman, Lampung Timur, Ogan Komering Ulu Timur, Tasikmalaya, Magelang, Semarang, Ende, Madiun, Nganjuk, Pasuruan, Sintang, Hulu Sungai Selatan dan Bone.

"Jangan bayangkan rusun untuk santri ini seperti rumah biasa berkamar-kamar. Rusun ponpes dibangun dengan model mirip barak dilengkapi fasilitas kamar tidur, meja, lemari, listrik dan air bersih. Pada tiap lantai dapat menampung 72 orang," kata Jokowi.

Jokowi menuturkan, rusun santri sengaja dibangun dengan model barak agar para santri bisa belajar bertenggang rasa dengan para santri lainnya terutama dalam hal menjaga kebersihan dan ketertiban. Cara ini dipercaya bisa mendidik generasi muda agar terbiasa hidup di hunian vertikal.