Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 13 Agustus 2017 | 21:20 WIB
  • Syafii Maarif Naik KRL ke Istana Bogor Disanjung Warganet

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Syaefullah
Syafii Maarif Naik KRL ke Istana Bogor Disanjung Warganet
Photo :
  • Facebook.com/darrazophy
Ahmad Syafii Maarif, mantan Ketua Umum Muhammadiyah (tangan bertopang tongkat), di bangku kereta rel listrik dari Jakarta menuju Istana Bogor pada Sabtu pagi, 12 Agustus 2017.

VIVA.co.id - Foto Ahmad Syafii Maarif, mantan Ketua Umum Muhammadiyah, naik kendaraan umum untuk pergi memenuhi undangan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor menjadi viral di media sosial.

Foto yang diunggah Muhammad Abdullah Darraz, Direktur Eksekutif Maarif Institute, melalui akun Facebook-nya itu memperlihatkan Syafii sedang duduk di bangku kereta rel listrik (KRL). Dia mengenakan kemeja batik, celana dan sepatu berwarna hitam, serta kedua tangannya bertopang tongkat.

Syafii Maarif Naik KRL ke Istana Bogor Disanjung Warganet

Darraz menuliskan foto itu diambil pada “pagi ini selepas subuh tadi”; Sabtu pagi, 12 Agustus 2017. Pada foto yang lain menunjukkan Buya Syafii (panggilan akrabnya) sedang duduk menunggu KRL tujuan Stasiun Bogor tiba. Dia naik dari Stasiun Tebet di Jakarta.

Buya pagi itu akan menghadiri Peluncuran Program Penguatan Pendidikan Pancasila yang diprakarsai  lembaga baru Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. Dia adalah salah satu bagian dari tim pengarah lembaga itu.

Sehari sebelumnya, tulis Darraz, Buya Syafii memberi kabar kepadanya bahwa dia akan datang ke Jakarta. "Direktur, sy otw Kby Lama, tomorrow to Bogor by KRL. Maarif.”

Maarif Institute sebenarnya selalu siap dengan kendaraan operasional untuk mengantar-jemput selama agenda kegiatan di wilayah Ibu Kota DKI Jakarta. Namun, kata Darraz, Buya Syafii dalam hal kesehajaan dan kesederhaan memang sangat konservatif dan ekstrem. 

"Kami sudah tawarkan dengan sedikit paksakan agar Buya mau diantar oleh sopir MI (Maarif Institute). Namun, beliau tetap menolak dan lebih memilih untuk tetap menggunakan KRL di pagi buta menuju Bogor," tulisnya.

Darraz berterus terang, Buya Syafii memang begitu sederhana dan sikap tidak mau bergantung terhadap orang lain. Sikap kederhanaan itu perlu ditiru anak-anak idelogisnya. 

"Mungkin sedikit yang perlu Buya mengerti, sebagai anak-anaknya, seringkali kami cemas khawatir dengan sikap ekstrem Buya semacam ini. Doa kami, semoga Buya sehat selalu, dan sehat selalu mendapatkan lindungan dari Allah SWT. Amin," katanya.

Unggahan Darraz itu menyita perhatian warganet, mendapatkan tanda suka hingga 3.903, tanda komentar 689, dan dibagikan para warganet hingga 1.088 kali.

Sebagian besar yang berkomentar di akun Darraz memuji kesahajaan Buya Syafii. Akun Engelbertus Wahyu Widiatmoko, misal, mengaku hampir tak percaya betapa tokoh sekaliber Buya lebih memilih naik kendaran umum, di usia yang sudah sepuh pula, yaitu 82 tahun.

“Tidak spt kebanyakan orang minta2 fasilitas....Buya ttp dalam kesederhanaanya....sangat terharu dengan kesederhanaa beliau...somoga bangsa Indonesia ke depan dihadirkan Buya Buya yang lainya.”

Akun lain, Sulaeman Soeparman, bercanda membanding-bandingkan kesederhanaan Buya dengan profil Rizieq Shihab, Imam Besar Front Pembela Islam. “Sama sama disebut sebagai ulama... mengapa beda banget sama Habib Rizieq ya…”