Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 13 Agustus 2017 | 23:45 WIB
  • Golkar Mau Bikin Poros Baru Koalisi Lawan PDIP di Jateng

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Dwi Royanto (Semarang)
Golkar Mau Bikin Poros Baru Koalisi Lawan PDIP di Jateng
Photo :
  • Yuliseperi
Kampanye Partai Golkar

VIVA.co.id - Partai Golkar Jawa Tengah masih menjajaki koalisi dengan partai lain menghadapi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2018. Partai itu bahkan mulai ancang-ancang membikin poros baru koalisi untuk berhadap-hadapan dengan PDIP dan koalisinya.

Ketua Partai Golkar Jateng, Wisnu Suhardono, mengaku tak gentar jika partainya harus head to head atau berhadap-hadapan langsung dengan PDIP. Syaratnya, Golkar berkoalisi dengan partai lain.

"Menurut pengalaman dan pengamatan, kalau head to head, siapa pun dengan PDIP (pasti) menarik. Probality-nya (kemungkinan) untuk menang lebih tinggi daripada calonnya tiga orang," kata Wisnu di Semarang pada Minggu, 13 Agustus 2017.

Wisnu menganggap, berkompetisi dengan PDIP dianggap seru karena partai itu menjadi satu-satunya partai yang bisa mengusung calon sendiri, tanpa perlu berkoalisi. Namun jika ada tiga pasangan, menurut Wisnu, akan menguntungkan PDIP yang memiliki basis besar di Jawa Tengah. 

"Kalau calonnya tiga, secara teori menguntungkan PDIP. Walaupun praktiknya tergantung di lapangan. Tapi kita harus bicara teori juga," ujarnya.

Wisnu disebut akan dicalonkan Partai Golkar dalam Pilkada Jawa Tengah. Tapi keputusan itu belum final karena Golkar masih melakukan lobi-lobi politik dengan partai lain guna menjalin koalisi. 

Salah satu partai yang punya kedekatan dengan Golkar adalah Partai Persatuan Pembangunan. Kedua partai selama ini telah menjalin koalisi mencalonkan kepala daerah di empat pilkada, yakni Demak, Batang, Banjarnegara, dan Salatiga.

"Kita punya kesamaan pandang dan pikir untuk bekerja sama. Tapi bukan kita menutup kerja sama dengan partai lain," katanya.

Jika pada saatnya pimpinan pusat Golkar menugaskannya untuk maju, Wisnu menyatakan siap. Ia kini juga telah bersosialisasi untuk menjaring aspirasi publik.

Pengusaha ternama di Jawa Tengah itu juga masih menunggu survei internal untuk melihat tingkat popularitas dan elektabilitasnya di mata publik. Mekanisme survei itu harus dilalui yang hasilnya dijadikan dasar untuk membuat keputusan. “Kalau surveinya jalan dan bagus, saya siap diusung. Kalau enggak, ya, enggak usah," ujarnya.

Kursi DPRD

PDIP memiliki 31 kursi dari total 100 kursi DPRD Jawa Tengah. Itu artinya PDIP lebih dari cukup memenuhi syarat mencalonkan pasangan calon gubernur dari wakil gubernur.

Sebuah partai politik atau gabungan partai politik dapat mencalonkan pasangan kepala daerah dan wakil kepala daerah jika memiliki sedikitnya 20 persen kursi DPRD atau 25 persen suara hasil pemilu terakhir.

Partai dengan perolehan kursi terbanyak kedua adalah PKB dengan 13 kursi, disusul Partai Gerindra 11 kursi, Partai Golkar dan PKS masing-masing 10 kursi, Partai Demokrat 9 kursi, serta PPP dan PAN masing-masing 8 kursi.