Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 12 September 2017 | 09:43 WIB
  • Air Zamzam pun Akhirnya Buat Bikin Kopi dan Mandi

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Eko Priliawito
Air Zamzam pun Akhirnya Buat Bikin Kopi dan Mandi
Photo :
  • VIVA/Eko Priliawito
Persiapan jemaah haji kloter pertama yang akan pulang ke Tanah Air

VIVA.co.id – Banyak jemaah haji Indonesia yang kecewa karena larangan membawa air zamzam dalam koper mereka. Meski sudah mengetahui sejak lama, tapi jemaah merasa membawa air zamzam di tas jinjing diperbolehkan.

Hal itu disampaikan Kepala Daerah Kerja Mekah Nasrullah Jasam melakukan sosialisasi lagi ke hotel-hotel jemaah soal larangan membawa air zamzam.

Jemaah yang sudah mempersiapkan air zamzam untuk mereka bawa ke Tanah Air akhirnya mengeluarkan lagi dari koper mereka. Sebelum diinformasikan ulang oleh Nasrullah, jemaah sebenarnya sudah tahu dari petugas sektor soal larangan ini.

Beragam rasa kecewa pun disampaikan kepada Nasrullah yang sedang melakukan sosialisasi di Hotel Tharwat Al Raudhah 809 dan Hotel Tayeb 712. Akhirnya, karena telah mengumpulkan banyak air zamzam sejak berada di Mekah, jemaah akhirnya menghabiskannya dengan berbagai macam cara. Sebagian cara bahkan membuat Nasrullah heran.

Suhendi misalnya, terpaksa mengeluarkan kembali air zamzam yang sudah masuk koper karena baru tahu ada larangan. Air zamzam kemudian diminum dan dimasak untuk membuat kopi.

"Daripada dibuang kan sayang," kata Suhendi kepada Nasrullah, Senin malam, 11 September 2017.

Bahkan karena jumlahnya banyak, air zamzam yang sudah dikumpulkan digunakan untuk mandi oleh Ibrahim. Jemaah asal Sukabumi itu merasakan berkah dari air zamzam yang digunakannya untuk mandi.

"Alhamdulillah saya merasakan barokahnya. Setelah buat mandi saya bisa jalan lagi. Kemarin lemas dan sudah susah jalan. Tapi sekarang bisa jalan lagi," katanya.

Kepala Daerah Kerja Mekah, Nasrullah Jasam.

Kepala Daerah Kerja Mekah, Nasrullah Jasam. (VIVA.co.id/Eko Priliawito)

Sementara di  Tayeb Hotel,  Nasrullah  mendatangi jemaah wanita yang tengah mengemas barang-barang mereka. Setelah mendapat pejelasan bahwa air zamzam juga tidak boleh dibawa dalam tas tentengan, mereka pun mengaku kecewa.

"Kalau dibawa di tas jingjing ini katanya kan boleh Pak. Saya tadi balik lagi ke Masjidil Haram untuk ambil air zamzam. Sekarang malah enggak boleh. Kan yang enggak boleh hanya di koper Pak," kata Hj Nurhajatun asal Solo.

"Boleh Bu dibawa ke bandara. Nanti sampai bandara diminum saja ya, bisa juga buat di jalan. Soalnya nanti kalau sudah masuk ruang tunggu pasti diambil petugas," kata Nasrullah.

Hj Nurhajatun dan tiga teman sekamarnya, akhirnya meminum air zamzam yang sudah mereka kemas dan siap dimasukkan ke tas tengtengan.

"Iya diminun saja Bu. Di bagasi atau di kabin tidak boleh. semuanya kelihatan dan akan ketahuan di mesin X-Ray," ujar Nasrullah.

Menurut Nasrullah, berdasarkan hasil pengecekan pada hari keenam pemulangan jemaah, memang masih ditemukan koper yang berisi air zamzam. Hal ini jelas menyulitkan bagi petugas kargo yang melakukan pemeriksaan. Mereka harus membongkar koper dan merapikan barang bawaan jemaah setelah mengeluarkan air zamzam.

"Memang masih ditemukan air zamzam di koper jemaah. Tapi dari awal kita sudah lakukan sosialisasi, jumlah jemaah yang memasukan air zamzam di koper memang sudah tidak banyak sekali," kata Nasrullah. (hd)