Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 12 September 2017 | 11:15 WIB
  • Kemenpar Gelar Famtrip dan Workshop Strategi Pemasaran

  • Oleh
    • Ririn Aprilia
Kemenpar Gelar Famtrip dan Workshop Strategi Pemasaran
Photo :
  • VIVA / Ricky
Sosialisasi Strategi Kemenpar

VIVA.co.id – Langkah Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk terus menggenjot kunjungan wisatawan terus berlanjut. Kali ini, Kemenpar menggelar Famtrip dan Workshop Strategi Pemasaran Paket Wisata Banten 7 Wonders di Hotel Jayakarta, Anyer, Banten, 6-7 September 2017.

Bersama Dinas Pariwisata Provinsi Banten dan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Banten, acara ini menggandeng stakeholder pariwisata di seluruh Banten untuk bersinergi dalam menjual paket-paket wisata yang menarik ke destinasi-destinasi yang menjadi unggulan tersebut.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Nusantara Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti mengatakan, Provinsi Banten yang memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung merupakan salah satu kawasan wisata nasional yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Pemerintah pusat akan membantu secara optimal agar masyarakat sekitar bisa merasakan manfaatnya.

"Ini akan menjadi sinergi yang bagus antara Tanjung Lesung dan Banten 7 Wonders yang menjadi unggulan wisata Banten juga. Karena apa yang ada di Banten 7 Wonders ini sangat lengkap baik atraksi, budaya, alam, sejarah, bahari, dan banyak lagi akan menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang datang ke Tanjung Lesung. Begitu juga sebaliknya," kata Esthy yang didampingi Kepala Bidang Promosi Perjalanan Insentif Hendri Karnoza.

Workshop hari pertama berlangsung menarik. Banyak interaktif yang dilakukan peserta sebanyak 126 orang dengan narasumber yang dihadirkan selain Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti, ada Sekjen DPP Asita Rusmiati dan PIC Destinasi Prioritas Tanjung Lesung Ida Irawati.  

Dibagi menjadi 5 kelompok, mereka penuh semangat membacakan paket-paket wisata menarik. Bahkan, meski workshop berakhir hingga pukul 22.00 WIB, jumlah peserta tidak surut. Keesokan harinya, peserta akan diajak famtrip ke sejumlah lokasi yang ada Banten.

Esthy menjelaskan, Banten sudah sepatutnya bangga karena punya 7 Wonders yang sudah banyak dikenal. Masyarakat Banten juga memiliki akar agama yang kuat dan memiliki budaya asli yang masih eksis sampai saat ini, sehingga menjadi destinasi wisata religi dan budaya.

"Daya tarik Banten menjadi lebih lengkap dengan adanya Taman Nasional yang berada di ujung selatan Banten, tempat dimana habitat hewan langka dilestarikan. Belum lagi pantai-pantainya yang indah. Sehingga akan menjadi mudah dan menarik bagi pelaku industri pariwisata untuk menjual paket-paket wisata di Banten 7 Wonders,” jelas Esthy.  

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati yang hari itu berperan sebagai moderator mengatakan, workshop seperti ini sangat dibutuhkan bagi pelaku industri pariwisata di Banten. Dengan mendapatkan pemaparan materi yang bagus dan sharing, maka pelaku industri pariwisata makin percaya diri dalam menjual paket-paket wisata Banten 7 Wonders.

"Semua harus bersinergi dalam dalam memasarkan wisata Banten. Dengan seringnya pembekalan seperti kegiatan sekarang ini, maka mereka akan semakin percaya diri dalam menjual paket-paket wisata Banten," ujar Eneng.

Sementara, Ketua ASITA Banten Mukhlis Ikhsor Gatot mengatakan, famtrip dan workshop ini bertujuan menyatukan semua stakeholder di wilayah Banten agar bersatu saling menguntungkan dari berbagai sektor. Semua akan bekerja sama dalam mendatangkan wisatawan ke wilayah Banten.

"Banten memiliki segalanya. Promosi sudah digencarkan baik dari pusat maupun daerah. Sekarang saatnya lebih gencar menjual Banten ke luar. Harus ada simbiosis mutualisme untuk saling menguntungkan," ujar Mukhlis.

Apa yang dimaksud Mukhlis adalah, semua sektor seperti hotel, persewaan kendaraan, UMKM, dan sebagainya, harus bisa menjual paket-paket wisata. Nantinya, bisa diinformasikan ke pelaku travel agent untuk dieksekusi bila ada calon wisatawan.

"Dengan begitu, akan terjadi share ekonomi di semua sektor, karena mereka akan mendapat fee dari agensi. Begitu sebaliknya, bila agensi mempunyai rombongan wisatawan, bisa diarahkan ke hotel-hotel mereka, diarahkan belanja di UMKM, sewa mobilnya ke mereka. Jadi semuanya mendapatkan manfaatnya," ujar Mukhlis.

Menpar Arief juga menyebut Provinsi Banten memang harus terlebih dulu pembangunan infrastruktur. Sehingga makin banyak wisatawan datang hingga berdampak positif untuk perekonomian masyarakat.  (webtorial)