Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 12 September 2017 | 15:43 WIB
  • Kebakaran Bukit Teletubies Reda, Wisata Bromo Tetap Buka

  • Oleh
    • Lis Yuliawati,
    • Lucky Aditya (Malang)
Kebakaran Bukit Teletubies Reda, Wisata Bromo Tetap Buka
Photo :
  • VIVA/Dyah Pitaloka
Kebakaran hutan di kaki bukit Teletubies Bromo

VIVA.co.id – Bukit Teletubies dan Padang Savana atau Bantengan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terbakar, Senin, 11 September 2017 siang. Saat ini, lokasi itu masih dalam batas aman bagi wisatawan. 

Hingga saat ini, proses pemadaman secara manual masih dilakukan oleh tim gabungan. Mereka terdiri dari Petugas Balai Besar TNBTS, masyarakat sekitar, TNI dan kepolisian. 

"Kondisi sekarang alhamdulilah 75 persen sudah padam. Tinggal di lereng-lereng, ada dua titik yang belum padam di Blok Mendongan dan Pundak Lembu, yang lainnya sudah padam," kata Kabid Pengelolaan Taman Nasional Wilayah 1 Balai Besar TNBTS, Fariana Prabandari, Selasa, 12 September 2017.

Fariana mengatakan, aktivitas wisatawan di kawasan Gunung Bromo masih dalam taraf normal. Apalagi proses pemadaman hanya tinggal dua titik di kawasan lereng Blok Mendongan dan Pundak Lembu.

"Memang mengganggu pengunjung karena asap, tapi kan puncak pengunjung banyak yang ke Penanjakan, dan pengunjung kami arahkan ke Bukit Cinta. Kami imbau pengunjung untuk hati-hati, sampai saat ini belum ada kebijakan untuk menutup wisata Bromo," ujar Fariana.

Fariana menyebutkan, proses pemadaman di daerah datar dan lereng perbukitan berbeda. Di wilayah datar seperti di Padang Savana, api relatif berkobar hanya sekali dan cenderung mudah dipadamkan. Jika di tebing, api berkobar lebih lama sehingga proses pemadaman jauh lebih sulit.

Dari hasil identifikasi awal, ada dua dugaan yang menyebabkan sekitar 50 hektare lahan di kawasan Bromo terbakar. Pertama menumpuknya bahan bakar dari rumput sehingga saat musim kemarau datang, dengan cuaca yang sangat panas menjadi mudah terbakar. "Terakhir kali terbakar pada tahun 2015," ujar Fariana.

Kedua dari kelalaian pengunjung yang membuang puntung rokok, atau lupa mematikan pengapian di sekitar area terbakar. Pihak Balai Besar sudah memberi imbauan keras bagi pengunjung agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. (one)