Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 12 September 2017 | 16:32 WIB
  • Mahasiswa Penghina Ibu Negara Dikenal Rajin Azan di Masjid

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Aji YK Putra (Palembang)
Mahasiswa Penghina Ibu Negara Dikenal Rajin Azan di Masjid
Photo :
  • VIVA.co.id/Aji YK Putra
Rumah tersangka penghina Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Palembang, Sumatera Selatan, tampak sepi ketika wartawan mendatanginya pada Selasa, 12 September 2014.

VIVA.co.id - Rumah tersangka penghina Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Palembang, Sumatera Selatan, tampak sepi ketika wartawan mendatanginya pada Selasa, 12 September 2014.

Menurut para tetangga, keluarga DI, si tersangka penyebaran ujaran kebencian, sudah pergi ke Bandung untuk mendampinginya setelah dia ditangkap polisi kemarin.

DI adalah putra bungsu dari empat saudara pasangan Juremi (65 tahun) dan  Yusnani (50 tahun). Dia dikenal sebagai sosok pemuda yang rajin beribadah, bahkan nyaris tak pernah absen mengumandangkan azan menjelang waktu salat di masjid terdekat.

Begitu juga dengan ayahnya yang menjadi tokoh masyarakat di tempatnya tinggal. Keluarga DI memang dikenal sejak lama memegang teguh agama.

"DI anaknya memang tertutup, tetapi sering ke masjid. Kalau azan sebelum salat, selalu dia (yang azan). Makanya kami terkejut bisa ditangkap Polisi. Bapaknya juga sering khotbah Jumat," kata Anas Efendi, Ketua RT setempat.

Efendi mengaku kaget ketika seorang warganya ditangkap polisi pada Senin malam. Sebagai Ketua RT, dia tidak mendapatkan pemberitahuan ataupun izin penangkapan dari polisi. Dia mengetahui informasi detil penangkapan itu justru setelah beritanya muncul di banyak media massa.

Tim Kepolisian Resor Kota Bandung menangkap DI (20 tahun) di Palembang pada Senin, 11 September 2017. Polisi menyangka DI adalah pemilik akun @warga_biasa yang menghina Ibu Negara.

Akun Instagram @warga_biasa mengejutkan publik karena tiba-tiba saja membuat heboh warganet. Akun itu mengunggah foto Iriana Joko Widodo mengenakan kerudung putih lalu lalu menuliskan kata-kata tak pantas.