Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 13 September 2017 | 23:45 WIB
  • Cara Ampuh Mensos Kurangi Angka Kemiskinan

  • Oleh
    • Beno Junianto
Cara Ampuh Mensos Kurangi Angka Kemiskinan
Photo :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin
Aksi Trauma, Mensos Hibur Anak-anak Korban Gempa

VIVA.co.id – Kementerian Sosial terus menggeber persiapan jelang perluasan Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2018. Bila tahun 2017 PKH hanya menyasar 6 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), maka tahun 2018 jumlahnya meningkat hingga 10 juta KPM.

"Secara marathon saya cek keseluruhan persiapan. Mulai dari data, anggaran, pencetakan kartu, pendamping, dan lain sebagainya. Jangan sampai ada yang terlewat," ungkap Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melalui keterangan tertulisnya kepada VIVA.co.id, Rabu 13 September 2017.

Khofifah mengatakan, dari sisi data Kementerian Sosial saat ini tengah melakukan verifikasi dan validasi data. Ditargetkan, akhir Oktober 2017 ini verifikasi dan validasi basis data terpadu tersebut selesai.

Sedangkan terkait kesiapan anggaran, Khofifah menuturkan hal tersebut juga sudah aman. Sebab, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (R-APBN) 2018 telah dimasukkan perhitungan anggaran PKH untuk 10 juta KPM. Total anggaran yang disiapkan untuk perluasan PKH kepada 10 juta KPM ini sebanyak Rp17,4 triliun.

Khofifah juga menyatakan rasa optimistisnya terhadap penurunan angka kemiskinan di Indonesia yang ditargetkan berada di kisaran 9,5 - 10 persen di tahun 2018 mendatang. Menurutnya, dengan mekanisme non tunai yang digulirkan pemerintah saat ini, program afirmasi pengurangan kemiskinan menjadi lebih tepat sasaran dan tepat waktu.

"Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) disebutkan PKH menjadi program paling efektif dalam menurunkan angka kemiskinan dan gini rasio. Angkanya tinggi sekali dibanding peringkat kedua dan ketiga yaitu masing-masing Program Indonesia Pintar dan subsidi listrik," ujarnya.