Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 13 September 2017 | 22:08 WIB
  • Jumlah Jemaah Haji Wafat Sudah Lewati Angka Tahun 2016

  • Oleh
    • Beno Junianto,
    • Eko Priliawito
Jumlah Jemaah Haji Wafat Sudah Lewati Angka Tahun 2016
Photo :
  • VIVA/Eko Priliawito
Persiapan jemaah haji yang akan pulang ke Tanah Air

VIVA.co.id – Jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi terus bertambah. Tercatat sampai dengan 13 September 2017, sudah 438 jemaah yang wafat. Penyebab terbanyak karena serangan jantung.

Lima jemaah wafat di Jeddah, 309 wafat di Mekah, 37 wafat di Madinah, 20 wafat di Arafah, dan 67 jemaah wafat di Mina. Sebanyak 18 orang dari jumlah yang wafat adalah jemaah haji khusus.

Kasi Penghubung Kesehatan Daker Mekah dr. Ramon Andrias mengatakan, jumlah ini sudah melewati total angka kematian pada tahun 2016.

“Bahkan, jumlah ini juga sudah melewati angka kematian tahun 2015, di luar korban jatuhnya crane dan musibah Mina,” ujar Ramon di Mekah, Rabu 13 September 2017.

Angka kematian pada musim penyelenggaraan haji tahun 2015 mencapai 491, namun sudah termasuk lebih dari seratus jemaah wafat korban crane dan musibah Mina. Sementara angka kematian pada tahun 2016 berjumlah 342.

Ramon mengatakan, jumlah jemaah-jemaah yang wafat memang tinggi karena kuota haji tahun ini juga jauh lebih banyak dibanding empat tahun terakhir. Sejak 2013 hingga 2016, kuota haji negara pengirim jemaah dipotong 20 persen, efek renovasi Masjidil Haram. Kuota haji Indonesia juga berkurang menjadi hanya 168.800.

"Jadi wajar lebih tinggi karena ristinya lebih tinggi kuotanya juga lebih tinggi. Sampai saat ini dari 438 kematian, 342 itu kematian di atas umur 60 dan memang sudah risti dari segi umur, ditambah lagi dengan risti karena penyakit bawaan,” katanya.

Menurut Ramon, cuaca tahun ini yang lebih panas juga menjadi faktor pendukung. Sepekan ini, suhu di Mekah berkisar 43 - 46 derajat celcius. Sementara di Madinah bahkan bisa lebih panas, sementara kelembaban juga rendah.

Kepada jemaah yang masih di Mekah dan Madinah, Ramon mengimbau untuk memahami kondisi fisik masing-masing dan tidak memaksakan diri.

“Bila tidak perlu keluar, jangan keluar dahulu. Apalagi di Madinah panasnya lebih terasa,” katanya.

Penyelenggaraan ibadah haji sudah memasuki fase pemulangan. Sampai dengan hari 12 September, total sudah ada 103 kloter yang terbang ke Tanah Air dengan 41.264 jemaah dan 515 petugas kloter. Pemulangan jemaah melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah akan berlangsung hingga 20 September mendatang.

Pergerakan jemaah haji dari Mekah ke Madinah juga sudah mulai pada 12 September 2017. Sebanyak 16 kloter telah diberangkatkan pada hari pertama. Pergeseran ini akan terus berlangsung hingga 26 September mendatang.

Jemaah akan berada di Madinah selama 8 hingga 9 hari untuk selanjutnya diberangkatkan menuju Tanah Air melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. Kloter terakhir jemaah haji Indonesia diperkirakan akan pulang pada 5 Oktober 2017.