Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 13 September 2017 | 22:26 WIB
  • Pesona Jabal Nur yang Tak Pernah Sepi Saat Musim Haji

  • Oleh
    • Dusep Malik,
    • Eko Priliawito
Pesona Jabal Nur yang Tak Pernah Sepi Saat Musim Haji
Photo :
  • VIVA.co.id/Eko Priliawito
Jemaah haji antre masuk gua hira.

VIVA.co.id – Gemuruh angin terasa keras menghempas wajah, ketika saya tiba di puncak Jabal Nur untuk dapat melihat dan masuk gua hira yang sangat penting keberadaannya dalam sejarah Islam. Di lokasi ini, Rasulullah SAW menerima wahyu pertama dari Allah SWT melalui malaikat Jiabril, yaitu Surat Al 'Alaq:1-5.

Pada musim haji 2017, jemaah haji yang mendatangi menjejaki kaki ke Jabal Nur tidak pernah sepi. Selama 24 jam ada saja jemaah yang datang untuk masuk gua hira.

Tapi waktu yang favorit adalah dini hari hingga jelang siang hari. Pada waktu ini biasanya banyak jemaah haji Indonesia dan Malaysia, juga dari wilayah Asia lainnya mendaki gunung yang letaknya sekitar enam kilometer di sebelah utara Masjidil Haram. Alasan utama tentu karena suhu udara yang tidak panas

Tinggi Jabal Nur yang hanya 640 mdpl memang bukan masalah bagi jemaah haji yang tergolong masih muda, tapi  untuk jemaah haji lansia, menanjak Jabal Nur dengan jalur yang berliku-liku cukup menguras tenaga.

Saya bersama Tim Media Center Haji (MCH) berkesempatan ikut mendaki Jabal Nur pada Rabu, 13 September 2017. Rambongan tiba di kaki gunung pada pukul 03.30 wib.

Kondisi sudah terlihat ramai, sorot senter jemaah untuk menerangi jalan   bagi rombongan-rombongan kecil jemaah banyak terlihat.

Jemaah asal Surabaya bernama Jupriyanto yang ditemui dalam perjalanan menuju gua hira menyampaikan, bahwa keimanan menjadi pendorong utama dirinya datang dan jemaah untuk melihat langsung kemahsyuran gua hira.

"Rusullah SAW dulu juga dengan keimannya yang sempurna. Allah perintahkan jalan menuju gua hira lalu jalan," katanya.

Pemadangan Kota Mekah dari bukit Jabal Nur.

Sebelum matahari muncul, berjalan ke atas Puncak Jabal Nur, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan luar biasa. Kita bisa melihat Kota Mekah yang penuh lampu-lampu dari ketinggian. Masjidil Haram juga terlihat dengan jelas tanpa ada gangguan gedung tinggi. Sangat memukau.

Persis saat azan Subuh atau setelah 1 jam lebih, tim MCH 2017 tiba di puncak Jabal Nur. Situasinya cukup ramai, tempat-tempat yang datar telah dipenuhi jemaah yang akan melaksanakan salat subuh.  Terlihat juga pedagang makanan, minuman dan aksesoris.

Dari puncak Jabal Nur, kita harus turun sedikit melalui sela-sela batu besar untuk mencapai batu besar. Butuh kehati-hatian dan kesabaran. Selain agak licin, antrean panjang jemaah yang akan masuk gua hira sudah sejak puncak Jabar Nur.