Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 14 September 2017 | 11:34 WIB
  • Aroma Harum Indonesia Tercium di Festival Dobre Chuti A Vina

  • Oleh
    • Ririn Aprilia
Aroma Harum Indonesia Tercium di Festival Dobre Chuti A Vina
Photo :
  • Dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Rendang.

VIVA.co.id – Beragam makanan tradisional Indonesia disajikan secara elegan kepada masyarakat kota Presov, Slowakia. Untuk kali ini, 'dirigen-nya' Duta Besar Republik Indonesia untuk Slowakia, Adiyatwidi Adiwoso, yang menyuguhkan pesta kuliner Indonesia dalam Festival Festival Dobrej Chuti A Vina (Food and Wine Festival), 7-9 September 2017 di kota Presov, sekitar 405 km dari Bratislava, Slowakia.

Festival Dobrej Chuti A Vina merupakan salah satu festival kuliner terbesar di Slowakia yang digelar selama 3 (tiga) hari berturut-turut. Festival ini merupakan acara tahunan ketika saat musim panen anggur.

"KBRI Bratislava diundang langsung Walikota Presov untuk mengikuti pesta kuliner internasional yang juga diikuti oleh Mesir, Portugal, Italia, dan Spanyol," kata Adiyatwidi.

Dalam acara pesta kuliner ini, Duta Besar RI untuk Slowakia, Adiyatwidi Adiwoso, dengan dipandu oleh presentasi gastronomi kondang dari Slowakia, Mr. Justin Topolsky memperkenalkan masakan nasi goreng, sate, rendang dan ayam goreng.

Bersama dengan chef restoran Indonesia yang memiliki restoran ‘Yusuf Kitchen’ di kota Povazska Bystrica, juga telah memperagakan cara memasak nasi goreng yang kemudian dibagikan kepada para pengunjung. Aroma harum kuliner khas Indonesia ini membuat sebagian besar pengunjung merapat dan ingin mencicipinya.

"Indonesia terkenal sebagai Island of Spices dimana masakannya sarat bumbu. Penggunaan rempah dalam hidangan tidak cuma membuat rasanya makin lezat tapi juga bermanfaat bagi kesehatan," tuturnya.

Pujian datang dari Ketua Pelaksana Festival, Jozef Chomanic yang menyebut bahwa demo masak yang dibawakan KBRI Brasitlava paling banyak mendapat perhatian pengunjung. Tidak cuma aroma bumbu khas Indonesia yang membuat warga Presov memadati area sekitar panggung. Iringan gamelan saat demo masak ikut menarik minat warga melihat chef meracik masakan Indonesia. Selain itu, Wakil Walikota Presov, Mr. Štefan Kužma bersama istri yang mencicipi makanan Indonesia, dan menyatakan kekagumannya atas cita rasa masakan Indonesia yang kaya bumbu, khususnya rendang.

"Aroma harum, Rendang enak sekali," ujarnya. Adiyatwidi berharap melalui makanan, jarak antara Slowakia dan Indonesia yang sangat jauh akan terasa lebih dekat. Dengan makanan, hubungan people to people dapat makin tumbuh dan pada akhirnya meningkatkan kerja sama kedua negara. Ini selalu jadi tujuan KBRI Bratislava mengadakan promosi kuliner di Slowakia. Menpar Arief Yahya mengapresiasi acara promosi Indonesia melalui kuliner ini.

"Ini salah satu bukti spirit Indonesia Incorporated di perwakilan Indonesia di luar negeri. Mereka adalah ujung tombak promosi pariwisata Indonesia di mancanegara," sebut Menpar Arief Yahya.

Jika konsisten, kegiatan semacam ini akan mampu menarik minat warga Slowakia untuk wisata ke Indonesia. Kepada warga Indonesia yang berada di Slowakia juga bisa mempromosikan dan memperkenalkan ragam kuliner dan seni budaya Indonesia.

Dan, imbuh Arief Yahya, kuliner adalah bagian dari wisata yang harus terus dikembangkan. Kontribusi kuliner terhadap sektor pariwisata mencapai 30 persen. Oleh karena itu, dalam upaya memajukan pariwisata, penggarapan bidang kuliner tidak boleh diabaikan.

“Kuliner itu tidak saja berkontribusi untuk pariwisata, tetapi juga ekonomi kreatif dan ketenagakerjaan, terima kasih kepada KBRI membuat wisman untuk tergoda ke tanah air kita,” kata Menpar Arief Yahya.(webtorial)