Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 14 September 2017 | 19:51 WIB
  • Maju Pilwakot Bandung, Farhan Konsultasi ke Jokowi

  • Oleh
    • Beno Junianto,
    • Agus Rahmat
Maju Pilwakot Bandung, Farhan Konsultasi ke Jokowi
Photo :
  • Dok.ist
Farhan

VIVA.co.id – Salah satu bakal calon Wali Kota Bandung, Farhan, menemui Presiden Joko Widodo. Presenter senior ini juga berkonsultasi ke orang nomor satu di Indonesia itu. Farhan datang bersama Ketua Alumni ITB, Arfi Rafnialdi.

"Kita ingin pilkada di Bandung ini semuanya berjalan dengan baik dan semestinya. Makanya saya sama Kang Arfi menghadap ke sini untuk minta wejangan saran dan masukan. Bagaimana kita menghadapi pilkada nanti," ujar Farhan, usai bertemu Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 14 September 2017.

Keduanya meminta wejangan, isu apa saja yang bisa digunakan dan yang harus dihindari. Banyak masukan yang diberikan oleh Presiden Jokowi. Di antaranya tetap mengedepankan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Yang penting, lanjut Farhan menjelaskan nasihat Jokowi, adalah kerja untuk rakyat.

"Jangan sampai kita apa istilahnya, terlalu bernafsu karena ingin mengedepankan menang duluan, tapi tak memperhatikan nilai yang ada. Jadi ya mesti hati-hati saja lah," katanya.

Farhan sendiri kabarnya didukung oleh PDIP. Ia mengakui itu, walau belum ada keputusan resmi.

Namun Farhan mengaku, sudah mulai turun ke lapangan untuk mempromosikan diri. Soal siapa pendampingnya, apakah berpasangan dengan Arfi, ia belum bisa memastikan. Namun ia mengaku, salah satu kesuksesan Wali Kota Bandung saat ini, Ridwan Kamil, ada peran Arfi di dalamnya.

"Kang Arfi ini salah satu dari sedikit teknokrat yang ada di belakang Ridwan Kamil. Sejak sebelum pilkada, jadi saatnya sekarang kami ya. Kalau kata orang Bandung mah wayeuhna (sudah waktunya) lah maju ke depan. Jangan jadi tukang kerja saja dong, jadi tukang tanggung jawab juga sekalian," jelasnya.

Walau belum menjadi wali kota, Farhan mengatakan pihaknya juga membahas program-program yang ada di pemerintah pusat. Menurutnya, program pemerintah daerah seperti wali kota Bandung, haruslah bersinergi dengan pemerintah pusat.

Tidak justru tumpang tindih, antara keinginan pusat dan apa yang diprogramkan oleh pemerintah daerah.

"Kan kami nanya Presiden, punya program apa. Jangan sampai kita bikin program yang kita pikir bagus enggak matching sama Presiden. Itu juga penting," katanya. (ase)